OKU RAYASumsel

Dua Hari Kecamatan Peninjauan Disapa Banjir

×

Dua Hari Kecamatan Peninjauan Disapa Banjir

Sebarkan artikel ini

Dua Hari Kecamatan Peninjauan Disapa Banjir

Peninjauan – Sudah dua hari sejumlah desa di Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU, terendam banjir.

Diantaranya Desa Durian, Lubuk Rukam, belimbing, Kepayang, Mendala, dan karang Dapo.

Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari setinggi mata kaki sampai dada orang dewasa.

Unsur Tanggap Bencana termasuk PMI kecamatan (kecamatan dan desa yang terdampak) mulai mendirikan posko peduli bencana untuk membantu warga korban bencana banjir.

“Termasuk PMI Kecamatan Peninjauan, Kamis pagi sudah mendirikan posko di depan rumah Kades Lubuk Rukam, ” ujar
Sekretaris PMI Peninjauan, A Yasin kepada OKUsatu.id, Kamis 9 Mei 2024.

Dikatakan Yasin, hampir 500 warga mengungsi. Awalnya, posko tersebut difungsikan untuk membantu mobilitas warga yang kesusahan sebab banjir serta mengatur lalu lintas jalan yang lamban sejak tergenang air.

Namun, posko tersebut lantas multifungsi . Hal ini supaya ketika warga membutuhkan pertolongan, pihak desa beserta aparatnya sudah tersedia di titik yang dapat langsung dituju warga.

“Kalau ada apa-apa, tidak usah telepon sana-sini. Kami sudah ngumpul di satu tempat. langsung gerak, langsung gas. Sambil membantu persiapan penyedia kesehatan dan konsumsi,” lanjutnya didampingi Kades Lubuk Rukam.

Sebenarnya, ia sendiri korban bencana banjir sungai Ogan. Namun, karena bakti sosial, ia lantas membantu warga yang terdampak bencana yang sudah 20 tahun tak pernah terjadi.

Bantuan logistik secara perlahan berdatangan yang difokuskan kumpul di rumah Kades Lubuk Rukam.

“Kalau ada logistik saya arahkan ke semua warga korban bencana, ” sebutnya.

Bantuan yang diberikan seperti berupa beras, supermi, posko bantuan kesehatan dan makanan siap konsumsi.

Banjir yang terus berlangsung hingga kini disebabkan oleh intensitas hujan yang menyebabkan debit air Sungai Ogan naik.

“Air semakin tinggi nggak bisa keluar akibat dari Sungai ogan. Sementara pintu air untuk pembuangan daerah sini belum tersedia, ” sambungnya.

Sejauh ini, kata A.Yasin, belum ada laporan fasilitas publik yang rusak. Hanya saja, banjir yang yang menggenangi cukup mengganggu mobilitas warga setempat hingga lebih hampir 1500 warga mengungsi. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News