Headline

Listrik Padam, Hujan Deras, Puting Beliung Bikin Desa Porak poranda

×

Listrik Padam, Hujan Deras, Puting Beliung Bikin Desa Porak poranda

Sebarkan artikel ini
Angin puting beliung rusak puluhan rumah dan puluhan hektar sawah di Desa Sridadi, OKU Timur.
Angin puting beliung rusak puluhan rumah dan puluhan hektar sawah di Desa Sridadi, OKU Timur.

OKUSATU.id – Trauma masih dirasakan masyarakat Desa Sridadi Kecamatan Buay Madang, OKU Timur. Meski musibah angin puting beliung sudah berakhir.

Namun, sisa-sisa kerusakan akibat bencana alam yang terjadi pada Rabu 20 Agustus 2025 malam, masih banyak yang belum dibereskan.

Terlebih, kerusakan yang disebabkan angin tersebut, tidak hanya merusak bangunan rumah warga, tapi juga fasilitas umum dan area persawahan.

Tidak ada korban jiwa, namun masyarakat masih dibayangi kecemasan luar biasa. Karena bencana malam itu, sangat mengerikan.

 

Baca juga :

Edan ! Alat Pemantau Hujan BMKG Diembat Maling

Kejurprov Renang – Voli Duduk, NPCI OKU Persiapkan Atlet

 

Rabu Malam Mencekam

Sejak Rabu sore, langit sudah menampilkan rona murung. Perlahan namun pasti, rintik hujan turun kemudian menderas.

Warga Desa Sridadi tak berani keluar rumah, karena derasnya curah hujan membuat mereka mengkirik. Terlebih lagi, deru angin membuat ketakutan.

Saat bersamaan, aliran listrik padam. Lengkap sudah ketakutan yang membayangi masyarakat. Gelap, hujan deras ditambah angin.

Derasnya tiupan angin berdampak buruk di kawasan pemukiman bahkan areal persawahan. Namun hal itu baru diketahui pada pagi hari, ketika amukan alam berhenti.

 

Baca juga :

PGRI OKU Timur Lantik Pengurus Cabang 8 Kecamatan

Diajak Makan Malam, Pasutri dì Lubuk Raja Kaget Anaknya G*ntung Diri

 

“Pagi masyarakat baru berani keluar rumah, “ ujar Kades Sridadi Dedi Kurniawan, Jumat 22 Agustus 2025.

Mendapati banyak kerusakan, masyarakat berjibaku memperbaiki kerusakan. Data sementara, kerusakan rumah tercatat 7 unit rusak berat. 22 rumah rusak ringan, 9 pohon ambruk, dan 1 musholah rusak.

Mirisnya, sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah kabupaten. Meski BPBD sudah ke lokasi, namun tidak ada bantuan darurat yang diberikan.

“Masyarakat masih mengandalkan swadaya masyarakat, “ tuturnya. (13)

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News