OKU RAYA

PANCASILA SAKTI

×

PANCASILA SAKTI

Sebarkan artikel ini

PANCASILA SAKTI

Oleh:
Bagus Suparjiyono, S.Pd.,M.Si.

– Pemerhati Anak Ogan Komering Ulu
– Manager Genza Education Baturaja
– Dosen luar biasa Universitas Baturaja

Kita berharap bahwa Pancasila tidak hanya sekadar menjadi slogan yang dilafalkan saat upacara hari senin, namun menjadi pelita yang benar-benar dihidupkan dalam sifat dan perbuatan kita sehari-hari.

Lihatlah sebentar ke masa lampau, di saat-saat genting mereka, para pendiri bangsa merumuskan Pancasila dengan harapan bukan menjadi pajangan, namun jadi pedoman kehidupan menuntun kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan yang dicita-citakan.

Sejenak, bertanyalah pada diri sendiri, apakah kita sudah benar-benar menerapkan Pancasila hingga saat ini? Apakah Pancasila masih relevan dengan zaman sekarang? Jawabannya berada pada kesadaran masing-masing.

Bagaimana cara kita mengenal dan menginternalisasi Pancasila dalam kehidupan.

Pendidikan Pancasila yang mungkin bersifat teoritis tidak cukup menyentuh makna filosofis dan aplikatif dari setiap sila.

Globalisasi dan kemajuan teknologi dewasa ini telah mengakibatkan krisis ideologi dan erosi rasa cinta tanah air (nasionalisme) pada generasi muda atau remaja akibat penetrasi ideologi asing dan penyebaran paham-paham radikal.

Sebagai upaya untuk menangkal penetrasi ideologi asing dan menjaga ketahanan ideologi.

Menjadi kewajiban kita para generasi muda yang harus adaptif dengan perkembangan zaman dengan menggandeng Pancasila.

Pancasila tidak pernah tertinggal zaman karena ia bersifat dinamis yang mengikuti perkembangan zaman.

Pancasila pun tidak akan terasa usang, melainkan ia menjadi bagian dari napas kehidupan saat ini dan seterusnya.

Agar tidak mengulangi kesalahan Orde Baru, maka pembinaan nilai-nilai Pancasila masa sekarang tidak boleh bersifat indoktrinasi tertutup dan mono-tafsir, melainkan terbuka dan dialogis.

Sejarah pergumulan ideologis di Indonesia misalnya, harus dibuka secara jujur, baik yang pahit ataupun manis, dan mengapa Pancasila pada akhirnya terbukti sebagai titik temu yang bisa mengikat seluruh elemen bangsa ini.

Kita harus mengakui bahwa pernah terjadi pertarungan ideologis antara kelompok sekuler dan Islam, atau antara komunis, nasionalis dan agama.

Masa depan Pancasila ada pada masyarakatnya, di tangan kita semua. Zaman tidak akan menguasai manusia, melainkan manusialah yang seharusnya menguasai zaman dengan berpedoman pada nilai-nilai dasarnya.

Selama kita terus menjaga semangat Pancasila, baik dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan maka ia akan tetap menjadi akar kehidupan yang tidak terlupakan. (*)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News