Jangan Mudah Terima Penceramah Luar, MUI OKU Ungkap Alasannya
OKUSATU.id, Baturaja – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengingatkan takmir masjid dan musala di seluruh wilayah OKU agar tidak mudah menerima penceramah yang datang dari luar kabupaten.
Hal ini karena belum jelasnya latar belakang penceramah, serta misi yang akan disampaikan saat menyampaikan tausiah.
“Selain belum tahu latar belakang penceramah darimana dan misi apa yang akan dibawa, belum lagi apakah itu murni dakwah atau modus dibalut dengan pengumpulan dana yang belum jelas peruntukannya dan pertanggungjawabannya, ” ujar Ketua MUI OKU K.H. Rokhmat Subeki kepada jurnalis, Kamis (8/1/2026).
BACA JUGA :
Rokhmat juga meminta pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten OKU untuk senantiasa berkoordinasi dengan MUI Kabupaten jika ada panitia, yayasan, atau lembaga dari luar OKU yang mengajukan izin memberikan tausiah.
Tujuannya agar dapat dipantau secara jelas mengenai siapa, dari mana, dan apa yang akan disampaikan oleh penceramah tersebut.
“Jangan sampai nama MUI dijadikan tameng oleh pihak tertentu yang berkedok dakwah dengan menyatakan telah mendapatkan izin atau rekomendasi dari MUI OKU, padahal kita sama sekali tidak mengetahui kegiatan tersebut,” tegasnya.
Meski demikian, pria yang baru saja mendapat cucu ini menegaskan tidak melarang atau mempersulit undangan penceramah dari manapun, selama kegiatan tersebut bersifat murni dakwah dan tidak menyembunyikan modus lain di baliknya.
“Itu saja pesan saya,” tukasnya.(15).











