Tekan Kemiskinan Ekstrim, Pemkab OKU Usulkan Kampung Nelayan Merah Putih ke KKP
OKUSATU.id – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengajukan usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai langkah untuk mengembangkan potensi sektor perikanan.
Bupati OKU H Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd bersama Kepala Dinas Perikanan Kabupaten OKU Juarsyah S.Sos., M.M dan sejumlah pejabat OKU lainnya melakukan audiensi dan sinkronisasi program kerja daerah dengan pusat di Gedung KKP RI Jakarta, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Rombongan disambut Direktur Rumput Laut Dirjen Perikanan Budaya Ir Nono Hartanto M.Aq, Direktur Pengolahan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Ir. Tri Aris Wibowo, M.Si, serta Direktur Usaha Penangkapan Ikan Dirjen Perikanan Tangkap Ukon Ahmat Furkon, S.T. M.Si.
Bupati Teddy menjelaskan, pengembangan perikanan di OKU dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Baca juga :
“Gajah Bengkak” Kembali Lindas Jalan Cor Beton
PEP Zona 4 Wujudkan Zero Accident 2025, Produksi Minyak Naik 6,6 Persen
Tujuannya untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui pemenuhan protein asal ikan, serta mencapai swasembada pangan lokal yang mendukung kemandirian masyarakat.
“Hal ini juga untuk mendukung asta cita presiden dan wakil presiden ke-2 yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru,” ujarnya.
Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih akan berlokasi di Desa Lubuk Leban, Kecamatan Sosoh Buay Rayap.
Desa seluas 34,13 KM² dengan jumlah penduduk 954 jiwa ini memiliki masyarakat yang sebagian besar melakukan penangkapan ikan dengan cara dan alat tradisional.
Baca juga :
Banjir Rendam 8.000 Hektare Sawah di OKU Timur–OKI
Kembangkan SDM Sektor Transportasi, Pemkab OKU-PTDI STTD Kerjasama
Seperti jala, pancing, dan jaring Ikan yang umum ditemukan antara lain baung, patin, dan seluang, dengan produksi tahunan mencapai 89.080 Kg.
Secara keseluruhan, produksi ikan tangkap di OKU sebesar 1.498,73 ton dan ikan budidaya 765,7 ton, dengan angka konsumsi ikan tahun 2024 sebanyak 39,75 Kg/kapita/tahun.
“Diharapkan pembangunan kampung nelayan ini dapat memberikan peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengendalikan inflasi, serta menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem, ” ungkapnya.
Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, mencegah stunting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam secara optimal.
“Harapannya bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan, akses fasilitas dan infrastruktur yang memadai dan modern, peluang usaha baru, jaminan pasar lebih luas dan yang paling penting kemandirian masyarakat,” harap Bupati Teddy.(15)












