OKUSATU.ID – Malam itu, suasana di Bekasi Timur mendadak berubah jadi penuh kepanikan. Dua rangkaian kereta, yakni KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek, terlibat tabrakan keras yang mengakibatkan korban jiwa dan puluhan penumpang terluka.
Benturan yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu membuat beberapa gerbong KRL mengalami kerusakan parah. Sejumlah penumpang bahkan terjebak di dalam rangkaian besi yang ringsek.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyebutkan pada malam kejadian masih ada enam hingga tujuh orang yang belum berhasil dievakuasi karena terhimpit di dalam gerbong.
Proses penyelamatan pun tidak bisa dilakukan secara cepat. Tim SAR harus bekerja ekstra hati-hati, menggunakan alat berat dan memotong bagian kereta untuk membuka jalan menuju korban.
Selama proses berlangsung, bantuan oksigen terus diberikan kepada korban yang masih terjebak. Petugas juga memberikan penanganan darurat agar kondisi mereka tidak semakin memburuk.
BACA JUGA
Comeback ke Indonesia! Shin Tae-yong Kini Latih Timnas Mini Soccer
Langit OKU Raya Mendung Seharian! BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Hampir Seluruh Sumsel Hari Ini
Evakuasi berjalan panjang hingga dini hari. Data sementara menyebutkan korban meninggal dunia mencapai tujuh orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.
Beberapa korban berada tepat di titik benturan, membuat kondisi mereka lebih kritis. Sementara itu, masih ada penumpang yang belum bisa dikeluarkan karena posisi tubuh mereka terjepit di antara rangkaian kereta.
Tim penyelamat dari Basarnas bekerja tanpa henti. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh personel khusus yang memiliki kemampuan ekstrikasi.
Ruang gerbong yang sempit membuat jumlah petugas yang bisa masuk sangat terbatas. Mereka harus bergantian untuk memotong rangka besi dan mengevakuasi korban satu per satu.
Di lokasi yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi turut hadir untuk memantau langsung proses evakuasi. Ia menyampaikan duka mendalam atas korban jiwa yang jatuh dalam peristiwa ini.
BACA JUGA
Dinding Penahan Tanah Dibangun, BBPJN : Pengaspalan Tunggu Padat
Pemerintah memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis terbaik. Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban yang masih terjebak di dalam kereta.
Dugaan awal menyebutkan kecelakaan terjadi akibat gangguan di perlintasan sebidang yang berdampak pada sistem operasional kereta di kawasan tersebut. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
Proses evakuasi yang berlangsung lebih dari delapan jam ini menunjukkan betapa sulitnya kondisi di lapangan. Petugas harus bekerja dalam ruang sempit, memotong besi, dan memastikan keselamatan korban tetap terjaga.
Hingga pagi hari, upaya penyelamatan masih terus dilakukan. Beberapa penumpang dilaporkan masih terjebak, sementara tim SAR tetap siaga tanpa henti.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan dalam transportasi harus selalu menjadi prioritas utama. Evaluasi besar pun dipastikan akan dilakukan agar tragedi serupa tidak terulang kembali. ***







