Banyak Jalan Rusak di Kota Baturaja, Pj Bupati : Sebelum Lebaran Kita Perbaiki
BATURAJA TIMUR, OKUSATU.ID – Banyaknya kerusakan pada jalan di dalam Kota Baturaja, Pj Bupati OKU H Teddy Meilwansyah meresponnya.
Kepada oku satu, ia menjelaskan, jika setiap tahun, ada anggaran untuk perbaikan jalan di dalam kota. Termasuk di tahun ini.
“Tahun ini pasti ada perbaikan jalan dalam kota karena ada biaya perawatan setiap tahun, ” Ujarnya.
Hanya saja, untuk tahun ini masih dalam proses tender dan penyiapan administrasi. Bahkan pada Februari pun, mungkin perbaikan belum terlaksana.
“Pengajuan administrasi paling cepat Maret 2024, tapi sebelum lebaran mudah-mudahan sudah kita perbaiki,” tandasnya.
Untuk diketahui, jalan di dalam Kota Baturaja tersebar kerusakan. Bahkan, titik kerusakan berada di kawasan ramai.
Jenis kerusakan juga bervariasi. Mulai dari bergelombang hingga berlubang. Hal ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan Khususnya kendaraan Roda dua.
Gino, salah seorang pengendara motor mencontohkan, jalan di dekat SMA N 1 OKU. Jalan tersebut berlubang sepanjang sekitar 5 meter. Belum lagi sebagian aspalnya mengikis. “Sangat rentan dengan kecelakaan,” jelasnya.
Kemudian, di jalan menikung arah jembatan ogan III mengarah ke Rumah Dinas Bupati OKU. Pada tikungan itu, lubang besar menganga. Saat hujan, lubang dipenuhi air sehingga sudah terlihat pengendara.
“Di tengah kota saja rusak apalagi jalan di daerah yang tidak terpantau pasti banyak yang rusak juga. Tapi masyarakat bingung kemana tempat mengadu,” ungkapnya.
Dari beberapa titik, kerusakan jalan yang sangat mengkhawatirkan terlihat di jalan Imam Bonjol Tebing Rais Desa Air Paoh Kecamatan Baturaja Timur.
Jalan poros yang berada di seberang komplek perumahan warga ini, dinilai sangat mengerikan, karena jalan yang berada di atas gorong-gorong, kehilangan pondasi.
“Posisi badan jalan masih bagus, tapi di tepi jalan di pangkal gorong-gorong banyak yang terbis, dan ini sudah lama terjadi, ” kata Nur, warga komplek perumahan.
Bukan tidak mungkin, jalan bisa amblas ke gorong-gorong, jika ada kendaraan yang sarat muatan melintas terlalu menepi ke bibir jalan. “Penahannya tidak ada lagi, ” tandasnya. (wen)












