Harga Pinang di OKU Selatan Terjun Bebas
KISAM ILIR : – Harga pinang anjlok di harga Rp 3 ribu per kg di tingkat pengepul lokal pada awal tahun 2024.
Anjloknya harga pinang, membuat para petani pinang enggan mengupas, dan membiarkan buah pinang yang sudah masak berhamburan di bawah pohonnya.
BACA JUGA Banyak Titipan, PPDB Jadi Momok Sekolah di OKU
BACA JUGA Pungli Masih Merajalela, Tim Saber Pungli Tak Optimal
Diki pengepul komoditas perkebunan Desa Siring Alam Kecamatan Kisam Ilir menuturkan, komoditas pinang pernah menjadi primadona petani sebelum pandemi covid 19.
“Ketika itu, harga saat pinang tembus di harga Rp 10 ribu per kg di tingkat petani. Sekarang hanya kisaran Rp 3000 per kg jenis pinang bulat dan Rp 3500 per kg untuk jenis pinang belah. Parahnya, di tahun 2023 pernah kami beli hanya Rp 1.000 per kg, “tuturnya.
BACA JUGA Pungli Masih Merajalela, Tim Saber Pungli Tak Optimal
Riki petani pinang asal Desa Siring Alam mengaku, sebelum pandemi berkecamuk, petani di desanya berlomba-lomba menanam pinang.
Bahkan, lahan yang telah ditanami kopi, tanpa fikir panjang, dibabat habis dan diganti dengan tanaman pinang.
“Untung saja saya cuma nanam pinang di pinggir kebun kopi. Jadi ketika harga anjlok tidak begitu merasa merugi, hanya pendapatan saja yang berkurang, ” ungkapnya.
BACA JUGA Tak Setuju Residivis Divonis Rendah, JPU Kejari OKU Upayakan Banding
(ras)











