Agrinas Pangan Nusantara Mulai Proyek Perdana di Baturaja, Siap Guncang Dunia Pangan Nasional
BATURAJA, SUMSEL– PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), perusahaan milik negara yang baru saja bertransformasi, resmi memulai langkah awalnya di sektor pangan nasional.
Proyek perdana akan digelar di wilayah Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Proyek ini sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru bagi Agrinas, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Yodya Karya (Persero), sebuah BUMN jasa konsultasi teknik.
Transformasi ini diresmikan melalui Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2025 yang diteken Presiden Prabowo Subianto pada 16 Januari lalu.
BACA JUGA Kijang Lepas Kendali Seruduk Rumah Warga di OKU Selatan
“Proyek pertama akan kami mulai dari kawasan Baturaja, yang berada di jalur strategis Palembang-Lampung. Kami pastikan seluruh proses berjalan transparan dan bertanggung jawab,” ujar Joao Angelo De Sousa Mota, Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Joao belum merinci jenis usaha pangan yang akan dikembangkan di Baturaja.
Namun, ia menyebut bahwa perusahaan sedang mematangkan rencana bisnis jangka panjang untuk sektor pangan nasional.
BACA JUGA MBG Sumsel Dihentikan
Untuk saat ini, seluruh pendanaan proyek masih berasal dari modal internal perusahaan, sebelum Agrinas membuka peluang masuknya investasi publik.
Berdasarkan beleid presiden, Agrinas Pangan Nusantara ditugaskan untuk menjalankan usaha di bidang pertanian dan konsultasi konstruksi.
Dalam aturan tersebut, perusahaan diberi mandat untuk mengelola 19 jenis kegiatan usaha yang mencakup sektor pertanian, pengolahan hasil pertanian, penyediaan lahan, jaringan irigasi, hingga jasa konsultansi konstruksi dan penelitian teknologi.
“Transformasi ini bukan hanya sekadar pergantian nama atau logo. Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia secara menyeluruh,” tegas Joao.
Agrinas kini menempatkan tiga pilar strategis sebagai fondasi usahanya: pilar pangan, pilar konsultan konstruksi, dan pilar pengembangan sarana prasarana.
Fokus utama ada pada intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian, pembangunan infrastruktur pangan, serta integrasi antar sektor dari hulu hingga hilir.
BACA JUGA Usai Tabrak Tiang Listrik, Truk Batubara Kabur, Dua Jam Bripka Arie Buru Pelaku
Komisaris Agrinas Pangan Nusantara, Ida Bagus Purwalaksana, menyebut langkah ini sebagai langkah besar BUMN dalam menghadapi ancaman krisis pangan masa depan.
Ia menegaskan bahwa Agrinas hadir bukan hanya untuk memproduksi pangan, melainkan membangun ekosistem pangan nasional yang terhubung dan berkelanjutan.
“Kami percaya masa depan Indonesia bergantung pada kemampuan bangsa ini menjaga kedaulatan pangannya sendiri. Karena itu, Agrinas dibentuk untuk menjawab tantangan nyata tersebut, mulai dari petani hingga distribusi,” ujar Ida Bagus.
Pemerintah berharap kehadiran Agrinas Pangan Nusantara dapat memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri secara pangan. ***












