Asisten I Minta Petakan Jalan – Jembatan Rawan Patahan
OKUSATU.id, Baturaja – Pemerintah Kabupaten OKU merespon cepat, pasca putusnya jembatan kelekar di Kota Prabumulih, pada Kamis 11 Desember 2025 petang.
Respon tersebut diungkapkan Asisten I Setda OKU Indra Susanto di grup percakapan WhatsApp Pusat Informasi Bencana.
Indra mengintruksikan BPBD OKU, agar segera mengagendakan rapat bersama dengan Dinas PUPR OKU dan Dinas Perhubungan OKU.
“Untuk antisipasi di wilayah Kabupaten OKU, kiranya BPBD OKU segera agendakan rapat dengan PUPR dan Dishub, ” pesannya.
Baca juga :
Jembatan dì Prabumulih Patah Dua, Warga : Sering Goyang
Hindari Korban, Polres Prabumulih Segel Akses ke Jembatan Kelekar
Di dalam rapat tersebut, dirinya meminta tiga OPD ini untuk memetakan titik lokasi ruas jalan dan jembatan yang berpotensi mengalami patahan dan longsor.
“Upayakan paling lambat Senin 14 Desember 2025, hasilnya nanti dilaporkan ke pimpinan, ” tegasnya.
Kepala BPBD OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops Gunalfi mengatakan, pemetaan jalan dan jembatan yang rawan patahan akan dibahas dengan dinas PUPR.
“Secara tehnis, dinas PUPR yang faham, ” ujarnya.
Baca juga :
Banjir Lumpuhkan Lima Desa di OKU Timur, Sawah Terendam dan Warga Mengungsi
Hujan Petir Mereda, Tujuh Wilayah dì Sumsel Masih Diintai, Awas Petir dì Dua Wilayah Ini
Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, dì Kabupaten OKU terdapat tiga titik rawak bencana longsor.
Antara lain: Kecamatan Lengkiti, Pengandonan dan Ulu Ogan. Namun dari tiga wilayah itu, dua wilayah yang berefek ke masyarakat.
“Longsor dì Lengkiti berefek ke perkebunan. Tapi Pengandonan dan Ulu Ogan berefek ke pemukiman dan jalan, ” urainya.
Pihaknya memastikan akan memantau dan monitoring kondisi. Bahkan seluruh posko akan diaktifkan.
“Petugas posko masih menunggu SK Bupati, ” tandasnya. (13)











