Berangkat Sekolah, Pelajar Putri di OKU Nekat Naik Atap Angkot
Semidang Aji – Angkutan desa (angdes) meluncur deras di jalan lintas Sumatera antara Desa Seleman dengan Desa Raksa Jiwa Kecamatan Semidang Aji.
Angdes itu biasa saja, namun penumpangnya yang tidak biasa. Angkutan yang didominasi penumpang pelajar itu penuh sesak.
Sebab, beberapa pelajar terpaksa bergelantungan di pintu masuk angdes. Namun ada juga yang nekat duduk di atap angdes tersebut.
Mirisnya, pelajar yang bergelantungan maupun duduk di atap angdes, didominasi pelajar putri. Mengenakan jilbab putih serta busana rok panjang.
Tidak ada rasa takut terpancar. Karena pantauan oku satu, pada 21 November 2023, mereka terlihat bercanda dengan sesama mereka. Padahal, aksi yang dilakukan para pelajar ini sangat berbahaya.
Sahrol Midi warga Desa Tubohan Kecamatan Semidang Aji mengatakan, aksi para pelajar SMP itu merupakan kebiasaan yang kerap dijumpai saat pergi maupun pulang sekolah.
“Ini karena minimnya transportasi penumpang di kecamatan ini, ” ujarnya.
Jumlah angdes di kawasan ini sangat terbatas. Sehingga para generasi penerus bangsa ini terpaksa melakukan aksi nekat, demi mengenyam pendidikan di Kota Baturaja.
“Biasanya angdes yang ngantar, angdes itu juga yang menjemput pulang. Tarifnya Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per orang, ” katanya.
Rapil warga Desa Seleman menuturkan hal serupa. Pemicu para pelajar ini nekat, karena minimnya transportasi angkutan.
“Kalau mau diberangkatkan satu kali tarikan, jadinya kepenuhan. Tapi kalau dua kali tarikan, jumlah penumpang kurang, yang rugi sopir angkotnya, ” katanya.
Para pelajar tersebut, terpaksa menaiki armada yang penuh penumpang. Karena, tidak ada yang mengantar menggunakan kendaraan pribadi.
“Mereka naik angkot karena tidak ada kendaraan motor dan tidak juga diantar orang tuanya pergi ke sekolah, ” tandasnya.
Kondisi sebenarnya sudah diketahui pemerintah Kecamatan Semidang Aji. Bahkan, pihak kecamatan sudah mengimbau. Karena kondisi itu sangat berbahaya.
“Sudah beberapakali diimbau. Tapi sepertinya sudah kebiasaan. Guru, warga dan murid sudah dikasih tau jangan duduk di atap mobil, ” ujar Camat Semidang Aji Dicky Tirta Hadi.(Rah)











