OKU RAYAStory

Dari Pemakaman Angker ke Pusat Bisnis Megah: Transformasi Mengejutkan Pasar Baru Baturaja

×

Dari Pemakaman Angker ke Pusat Bisnis Megah: Transformasi Mengejutkan Pasar Baru Baturaja

Sebarkan artikel ini
Pasar Baru Baturaja yang kini menjadi pusat perdagangan yang ramai.

Jejak Masa Lalu yang Terkubur

Senja mulai menyelimuti Baturaja, dan Jalan Slamet Riadi pun berubah menjadi kawasan yang lebih tenang. Meski lalu lintas mulai mereda, denyut ekonomi tetap terasa.

Pedagang bakso sibuk melayani pelanggan, toko aksesoris setia menanti pembeli, dan toko ponsel tetap ramai di kunjungi.

Tak banyak yang tahu, tanah yang kini menjadi pusat perdagangan dulunya adalah pemakaman sunyi. Puluhan tahun lalu, nisan-nisan tua dan pepohonan rimbun mendominasi area ini.

Kini, kawasan ini telah bertransformasi menjadi pusat bisnis yang berkembang pesat, menjadikannya salah satu titik ekonomi utama di Baturaja.

Dari Kebun Belukar ke Jantung Ekonomi Baturaja

Jurnailis masih mengingat jelas bagaimana daerah ini dulunya hanyalah kebun belukar. Jalanan berbatu menjadi akses utama warga.

Anak-anak bermain di bawah pepohonan rindang, menikmati buah-buahan yang jatuh dari dahan.

Jurnailis, seorang warga yang tinggal di kawasan ini sejak tahun 1970-an, masih mengingat jelas bagaimana daerah ini dulunya hanyalah kebun belukar.

Jalanan berbatu menjadi akses utama warga. Anak-anak bermain di bawah pepohonan rindang, menikmati buah-buahan yang jatuh dari dahan.

Transformasi besar dimulai pada tahun 1979. Pemerintah memutuskan untuk mengembangkan kawasan ini menjadi pasar dan terminal.

BACA JUGA Dendam Kesumat Picu Danial Habisi Nyawa Agus Cik warga OKU Timur, Begini Kronologisnya

Pemakaman yang sudah lama ada lebih dulu di pindahkan, dan alat berat mulai bekerja meratakan lahan. Sedikit demi sedikit, bangunan baru mulai menggantikan ketenangan yang pernah ada.

Pasar Baru: Pusat Perdagangan dan Transportasi di Baturaja

Memasuki era 1980-an, kawasan ini semakin berkembang.

Pasar Baru resmi di buka dan mengundang pedagang dari berbagai daerah untuk menggelar dagangannya.

Pasar Baru Baturaja</a> yang kini menjadi pusat perdagangan dan ekonomi di kawasan Jalan Slamet Riadi. Deretan toko dan lapak pedagang memenuhi sisi jalan, mencerminkan perkembangan pesat dari kawasan yang dulunya merupakan pemakaman sunyi. Aktivitas jual beli yang ramai menunjukkan bagaimana daerah ini telah menjadi pusat bisnis strategis di Baturaja.
Gambaran suasana Pasar Baru Baturaja yang kini menjadi pusat perdagangan dan ekonomi di kawasan Jalan Slamet Riadi. Deretan toko dan lapak pedagang memenuhi sisi jalan, mencerminkan perkembangan pesat dari kawasan yang dulunya merupakan pemakaman sunyi. Aktivitas jual beli yang ramai menunjukkan bagaimana daerah ini telah menjadi pusat bisnis strategis di Baturaja.

Terminal yang di bangun di dekatnya menjadi pusat transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah. Setiap hari, kendaraan umum lalu lalang membawa penumpang, membuat jalanan semakin ramai.

Namun, pada tahun 2004-2005, Terminal Induk Batukuning mulai beroperasi. Semua kendaraan dialihkan ke terminal baru, membuat terminal lama di Pasar Baru kehilangan fungsinya.

Meski begitu, banyak pengemudi memilih berhenti di lokasi lama, menciptakan fenomena terminal bayangan yang hingga kini masih terlihat di sekitar pasar.

Jejak Sejarah Pasar Baru Baturaja

Bekas terminal tidak di biarkan kosong terlalu lama.

Pemerintah segera mendirikan berbagai fasilitas layanan publik, termasuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud).

Saat ini, pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) juga sedang berlangsung, semakin menegaskan posisi Pasar Baru sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Pasar Baru terus berkembang pesat. Jalan yang dulu sunyi kini penuh sesak dengan kendaraan dan pejalan kaki.

Kawasan yang dulunya hanya berupa tanah kosong kini telah menjelma menjadi pusat ekonomi yang strategis di Baturaja.

Bagi mereka yang menyaksikan perubahan ini sejak awal, transformasi Pasar Baru terasa luar biasa.

Namun, jejak sejarahnya tetap hidup dalam ingatan, mengingatkan bahwa setiap jengkal tanah memiliki kisahnya sendiri. (mustofa/tp)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News