Gelombang Equator Rosby dan Gelombang Kelvin Picu Hujan 2 Hari Kedepan, BPBD OKU : Waspada, dapat memicu cuaca ekstrim
OKUSATU.id – Hujan yang mengguyur Kabupaten OKU sejak beberapa hari belakangan, membuat warga di kabupaten ini cemas. Pasalnya, curah hujan yang tinggi dalam waktu yang cukup lama, dikhawatirkan warga menyebabkan banjir.
Namun, kondisi cuaca ini tidak hanya terjadi di Kabupaten OKU, tapi juga di beberapa wilayah di Provinsi Sumatera Selatan.
Terkait fenomena alam yang membangkitkan ketakutan dua tahun silam itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU mengungkap pemicunya.
Dalam keterangan tertulis yang disampaikan Kalaksa BPBD OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops Gunalfi, penyebab tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari belakangan, dipicu beberapa factor.
Baca juga :
PT.BPR Baturaja (Perseroda) Gelar Undian Berhadiah 2025
Kominfo OKU Rencanakan UKW 2 Kali Setahun, Dengan Catatan …
“Fenomena hujan bukan dampak tropis Nokean dan bibit siklon 97 S, “ tulisnya, Senin 19 Januari 2026.
Hal ini berdasarkan hasil koordinasi pihaknya ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika beberapa saat lalu.
“Itu hasil kami koordinasi dengan BMKG, terkait penyebab kondisi cuaca khususnya di OKU selama beberapa hari terakhir, “ terangnya.
Gun menjelaskan, hujan yang terjadi dipicu dinamika atmosfer yang terpantau dari 17 hingga 19 Januari 2026. Hujan di Sumatera Selatan, jelas dia, dipengaruhi dua gelombang yang memicu meningkatnya pertumbuhan awan hujan.
“Gelombang Equator Rosby terpantau pada 17 Januari dan Gelombang Kelvin terpantau 19 Januari hingga 21 Januari, “ ungkapnya.
Baca juga :
Bukan Sekadar Cuaca, Ini 5 Akar Krisis Bencana Ekologis di Sumatra
Polisi Amankan 12 Motor Diduga Hendak Balap Liar di OKU
Selain dua gelombang : Equator Rosby dan Gelombang Kelvin, cuaca dipengaruhi juga angin daratan yang masih menguasai wilayah Sumatera Selatan.
“Nah dari tiga fenomena ini, hingga 2 hari kedepan, hujan masih diperkirakan terjadi di Sumsel pada sore hingga malam hari, “ imbuhnya.
BPBD meminta masyarakat tetap waspada, karena dua gelombang pemicu tumbuhnya awan hujan yang dapat memicu cuaca ekstrim. (13)










