Peristiwa

Jalan Krui – Liwa Longsor, Pengemudi Lengah Pindah Alam

×

Jalan Krui – Liwa Longsor, Pengemudi Lengah Pindah Alam

Sebarkan artikel ini
longsor di jalan poros Krui - Liwa mengancam keselamatan pengguna jalan.
longsor di jalan poros Krui - Liwa mengancam keselamatan pengguna jalan.

OKUSATU.id – Jalan poros yang menghubungkan Krui – Liwa di KM 22 Pekon Kubu Perahu, Balikbukti, Lampung kembali bikin repot. Jalan penghubung itu, mengalami longsor seusai dihajar hujan pada Sabtu 5 Juli 2025.

Jalan nasional tersebut, sejak awal 2025 memang sudah mengundang perhatian berbagai pihak. Jalan ambrol ke aliran sungai, dan belum ada penangan serius, hingga longsor kembali terjadi di akhir pecan lalu.

Diduga kuat, longsor jalan tersebut karena kontur tanah jalan labil, pasca bencana alam yang terjadi di awal tahun.

 

Baca juga : 

Tahun Ini Pemprov Sumsel Bentuk Posbakum di Desa dan Kelurahan, Totalnya Segini

Warga Mengeluh, Bupati OKU Selatan Desak PLN Hentikan Pemadaman Listrik Berkepanjangan

 

Mengantisipasi munculnya korban jiwa, kepolisian setempat melarang kendaraan roda enam dan keatasnya dilarang melintas.

Bahkan untuk kendaraan roda empat, meski dibolehkan melintas tapi harus ada pengawasan ketat petugas, serta pengemudi harus sangat berhati-hati, karena lengah sedikit, bisa pindah alam.

Larangan tersebut ditegaskan Kasatlantas Polres Lampung Barat Iptu Deni Saputra. Pihaknya melarang, karena tidak ingin munculnya korban jiwa di lokasi bencana alam.

“Spanduk larangan, dan imbauan sudah kami pasang. Masyarakat pengguna jalan juga kami minta waspada, karena kondisi tanah yang labil, “ terangnya.

 

Baca juga : 

Vape Campur Sabu Beredar, BNNP Minta Waspada Efeknya Sangat Ekstrim

Petani Padi Darat Sumringah, Hasil Panennya Begini

Mobil Nekat Melintas di Malam Hari

Kendati sudah dilarang, namun masih ada saja sopir menabrak aturan. Seolah punya nyawa ganda, sopir kerap melintas di malam hari. Padahal, ini sangat beresiko.

“Masih ada yang nyelonong, padahal dampaknya bisa fatal, “ tandasnya.

Kenekatan sopir dibenarkan Dando, warga di jalur lintasan. Hampir setiap malam, kendaraan roda enam masih melenggang. Padahal, bukan tidak mungkin nyawa mereka dipertaruhkan.

“Masih banyak yang nekat lewat pak, dari habis magrib, “ katanya.

Karena vitalnya jalan tersebut, pihaknya meminta pihak terkait agar segera memperbaiki kondisi jalan yang makin mengkhawatirkan. (13)

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News