Traveling

Menyelami Keindahan Muara Enggelam: Keajaiban Desa Terapung di Kalimantan

×

Menyelami Keindahan Muara Enggelam: Keajaiban Desa Terapung di Kalimantan

Sebarkan artikel ini
Desa Terapung Tanpa Daratan
Potret Desa Muara Enggelam, desa terapung yang terletak di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Desa ini unik karena sebagian besar wilayahnya berada di atas air, tanpa akses jalan darat.

Wisata Desa Terapung di Kalimantan Timur yang Unik dan Menakjubkan

Di tengah perairan luas Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, terdapat sebuah desa unik yang seolah terapung di atas air.

Muara Enggelam, sebuah perkampungan eksotis yang menawarkan panorama luar biasa dengan rumah-rumah apung yang berpadu indah dengan hijaunya vegetasi air.

Cara Menuju Muara Enggelam, Desa Terapung Tanpa Daratan

Berjarak sekitar 90 kilometer dari Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, desa ini menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan kehidupan yang menyatu dengan alam.

Akses menuju Muara Enggelam hanya bisa ditempuh melalui jalur air, menjadikan perahu sebagai transportasi utama bagi warga maupun pengunjung. Hal ini semakin menambah keunikan dan daya tarik desa terapung ini.

Kehidupan Masyarakat di Atas Air

Masyarakat Muara Enggelam telah terbiasa hidup berdampingan dengan air. Saat kemarau, beberapa bagian desa memperlihatkan daratan basah akibat surutnya air.

Sebaliknya, saat musim penghujan, permukaan air naik hingga merendam sebagian besar wilayah, termasuk rumah-rumah warga yang berdiri kokoh di atas tiang kayu.

Untuk memudahkan mobilitas, warga membangun jembatan kayu sepanjang 1,5 kilometer yang menghubungkan berbagai fasilitas desa. Jembatan ini menjadi jalur utama bagi pejalan kaki, sepeda, serta kendaraan bermotor berukuran kecil.

Mata Pencaharian Penduduk Muara Enggelam

Sekitar 700 penduduk desa ini bergantung pada Danau Melintang untuk mata pencaharian sebagai nelayan tradisional, dengan hasil tangkapan yang diolah menjadi ikan asin dan ikan asap untuk diperdagangkan.

Selain sektor perikanan, sebagian warga juga membudidayakan sarang burung walet sebagai sumber penghasilan tambahan.

Walaupun terletak jauh dari pusat kota, Muara Enggelam tetap memiliki fasilitas yang cukup memadai.

Warga dapat mengakses layanan kesehatan di puskesmas, mengenyam pendidikan di sekolah setempat, serta menjalankan aktivitas keagamaan di masjid desa.

Bahkan, desa ini telah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya untuk menyediakan pasokan listrik selama 24 jam, dengan biaya iuran sekitar Rp90.000 per bulan.

Bertani di Atas Air: Solusi Kreatif Warga

Terbatasnya daratan tidak menghalangi masyarakat Muara Enggelam untuk bercocok tanam.

Dengan teknik inovatif, warga memanfaatkan pot dan polybag untuk menanam padi serta berbagai jenis sayuran di atas air.

Metode ini menjadi bukti ketahanan dan kreativitas mereka dalam menghadapi kondisi alam.

Gapura Megah yang Ikonik

Salah satu ikon wisata Muara Enggelam adalah gapura raksasa yang berdiri kokoh di atas air.

Struktur ini memiliki tinggi 12 meter dengan panjang hampir 300 meter dan berfungsi sebagai penahan gelombang serta pelindung dari gulma liar yang terbawa arus saat banjir.

Gapura ini didirikan dengan dana dari pemerintah daerah dan pernah tercatat dalam Festival Gapura Cinta Negeri pada tahun 2019

Di masa lalu, desa ini sering dilanda angin kencang dari arah danau yang menyebabkan kerusakan pemukiman.

Namun, dengan adanya gapura dan berbagai langkah mitigasi lainnya, Muara Enggelam kini lebih aman dan nyaman bagi penduduknya.

Wisata dan Keunikan Muara Enggelam yang Menanti Dijelajahi

Muara Enggelam bukan sekadar desa terapung biasa.

Desa ini adalah wujud nyata bagaimana manusia dapat hidup harmonis dengan alam, beradaptasi dengan lingkungan, dan menciptakan inovasi untuk bertahan.

Sebagai desa terapung tanpa akses jalan darat, Muara Enggelam menawarkan pemandangan yang khas, dengan kehidupan masyarakat yang menyesuaikan diri dengan perubahan air sepanjang tahun.

Bagi pencinta wisata alam dan petualangan, desa terapung ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan.

Muara Enggelam menghadirkan realitas kehidupan desa terapung yang bergantung sepenuhnya pada perairan, dengan tantangan aksesibilitas dan kondisi alam yang tidak selalu bersahabat

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News