OKUSATU.id – Pendaftaran siswa SD baru tahun ajaran 2025/2026 tutup pada 20 Juni 2025. Pendaftaran sudah dibuka sejak 2 Juni, selama kurun waktu 18 hari menjaring calon pelajar, namun hasilnya jauh dari kata memuaskan.
Panitia penerimaan siswa baru, lebih banyak bengong di meja pendaftaran, menunggu kedatangan wali murid yang mendaftarkan anaknya.
Namun mirisnya, sampai penutupan penerimaan siswa, hanya satu orang siswa yang mendaftar.
Baca juga :
Razia Besar-besaran Bidik Pesantren Palsu, Kemenko PM Minta Bantuan Pemda – Kemenag
Miris! Dinding Kelas SDN 178 Seluma Ambruk, Siswa Terpaksa Belajar di Bawah Pohon
Itupun setelah pihak sekolah melakukan pendekatan dengan kakek calon siswa. Peristiwa ini dialami SDN Wayut 01 Kecamatan Jiwan, Madiun, Jawa Timur.
Kondisi ini kontan membuat guru di sekolah itu bingung. Apalagi jumlah siswa dì sekolah tersebut tidak banyak.
Total 30 Siswa Seluruh Kelas
Terakumulasi jumlah siswa keseluruhan hanya 30 anak. Dari kelas satu sampai kelas kelas, karena dalam satu kelas tidak lebih 5 orang.
“Paling banyak 5 orang per kelas, ” ujar Kepala SDN 01 Wayut, Sri Hartati.
Baca juga:
Muhammadiyah Bikin Bank Syariah Sendiri Gegara Tak Dapat Prioritas
Situasi tersebut, jelas Sri selalu terjadi setiap tahun ajaran baru. Wajar, jika kecemasan kerap muncul setiap tahun ajaran berakhir.
Upaya Sosialisasi dan Jemput Bola
Minimnya jumlah siswa yang didapat, dikatakan Sri bukan sekolahnya tidak berusaha.
Beberapa langkah konkrit sudah mereka lakukan. Mulai dari pemasangan banner, sampai komunikasi dengan PAUD dan TK.
Namun upaya tersebut sepertinya sia-sia belaka. Tidak ada ledakan jumlah pendaftaran.
“Bahkan kami juga berkoordinasi dengan posyandu untuk mengetahui jumlah calon peserta didik yang akan masuk SD, ” Ungkapnya.
Baca juga :
Sriwijaya Open Race Kapolres OKU Cup 2025 Panaskan Lintasan Sirkuit Baturaja
Sebenarnya, keinginan pihak sekolah tidak muluk-muluk. Mereka hanya menginginkan 10 siswa baru pada pendaftaran tahun ini, meski jumlah tersebut sebenarnya tidak memenuhi pagu penerimaan.
“Dapat sepuluh anak saja sudah luar biasa pak, ” tegasnya.
Kendati pendaftaran sudah ditutup secara aturan, namun ia masih tetap membuka pendaftaran dengan harapan masih ada orangnya yang mau mendaftarkan anaknya.
“Kami tetap membuka peluang, meski ajaran baru sudah dimulai nanti, ” tandasnya. (13)









