Pedagang Ayam Galau, Modal Tinggi, Tiba-tiba Harga Pasaran Turun
Baturaja Timur – Pedagang daging ayam di pasar baru meradang. Pasalnya, ketidakstabilan harga daging unggas tersebut, membuat para pedagang terkecoh.
“Waktu beli di agen harga tinggi, namun saat akan dijual lagi, harga justru turun, ” keluh Tum, pedagang ayam di pasar baru.
Harga daging ayam, kata dia, bermain di angkar Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu. Namun untuk saat ini, harga jual ayam potong di kisaran Rp 23 ribu.
“Kemungkinan, menjelang Idul Adha diprediksi naik menjadi Rp.28.000/Potong,” Kata Tum.
Baca juga :
Harga Telur Dipastikan Tembus Rp 30 Ribu Perkg
Kebakaran Rumah di Baturaja Saat Hujan Mengguyur Deras
ketidakstabilan harga diperparah dengan penjualan yang sepi. Biasanya 80 potong ayam terjual dalam sehari, namun belakangan melorot hanya 60 potong per hari.
“Ayam potong yang tak laku dijual dibawa pulang, tuk dimasukan kedalam Freezer agar keesokan harinya bisa dijual kembali,” Ujarnya.
Sementara untuk jeroan seperti ati ampela dijualRo 2000 sepasang, ceker-sayap dan kepala dijual Rp 10 ribu tiga pasang.
Berbeda dengan harga saging sapi yang hingga kini masih stabil. Sandy pedagang daging sapi mengatakan, harga jual daging masih bertahan Rp.140.000/Kg. Tulang sapi dijual Rp.100.000/Kg, Sedangkan buntut sapi diangka Rp.120.000/ Kg.
“Belum ada perubahan harga. Kalau pun naik, diprediksi Rp 10 ribu perkilogram, ” ucap Sandy.
Untuk kesiapan menyambut hari raya idul adha, lapaknya tidak berani memotong banyak. Ia mengaku hanya akan menyembelih dua ekor sapi.
“Sepertinya lebaran tahun ini sepi, kemungkinan hanya menyembelih dua ekor sapi, biasanya tiga ekor kami sembelih, ” ungkapnya.
Dalam situasi ramai, ia mampu menghabiskan 100 hingga 150 kg daging sapi dalam satu hari.
“Tapi untuk tahun kita lihat saja penjualannya. Kalau daging tidak laku, kita jual murah ke pedagang bakso, dengan catatan tidak rugi, “terang Sandy. (wen)






