Bisnis ini yang saat ini sedang di lakoni Pian. Salah satu perongsok di Kota Baturaja, OKU.
Barang bekas seperti besi tua, kardus bekas, plastik bekas, besi bekas, aluminium, dan lainnya yang di anggap tak berguna, namun bagi pemulung ada peluang ekonomi.
baca juga
Tol Indralaya-Prabumulih Rampung, Operasional Tunggu Peresmian Presiden Jokowi
Soal CPNS Tahun 2023 Rampung, Intip Kisi-kisinya
Barang-barang bekas yang di anggap tak memiliki fungsi, namun mampu menghasilkan rupiah jika berhasil di kumpulkan dan di jual ke pengepul besar.
Pian menjelaskan, barang plastik seperti botol bekas, cangkir air kemasan bisa di hargai Rp 5000 hingga Rp7000 per kg.
Belum lagi kaleng bekas bekas minuman bisa di jual Rp 800 hingga Rp 1300 rupiah /Kg.
“Lumayan tanpa modal, bisa menghasilkan uang, ” Terangnya, kepada okusatu.id, Rabu 16 Agustus 2023.
baca juga
Musim Kemarau, Waspada Penyakit ISPA. Begini Tips Pengobatan dan Pencegahannya
Dua Perwira Polres OKU Di mutasi ke Polda Sumsel
Selain itu, ada jenis barang bekas yang di beli dari warga. Seperti aki, alumunium, besi, berbagai jenis botol dengan harga mulai Rp 100 hingga Rp 5000.
Namun hasil yang kita dapat dan kita jual lagi ke gudang rongsok, bisa dua kali lipat pendapatan dari harga di beli dari masyarakat.
“Banyak orang malu bergelut dengan usaha rongsok, karena kelihatan kumuh. Namun semua tergantung pribadi masing-masing,” Jelasnya.
Kendala yang di hadapi dalam kegiatan merongsok seperti ini, adalah biaya operasional mobil dan naik turun.
baca juga
Tiga Calon PJ Walikota Palembang Di usulkan Ke Mendagri, Ada Ratu Dewa
Geli-geli Sakit, Batu Ulekan Nyempel di Miss V, Kok Bisa !
“Saya merongsok menggunakan kendaraan hingga ke pelosok desa, terkadang barang rongsokan hanya sedikit yang di dapat karena sudah ada perongsok lain yang masuk ke daerah yang di kunjungi, ” Tutupnya. (Wen)