OKU TIMUR – Suasana Pagi Khidmat terasa di Taman Makam Pahlawan Jurai Komering Sakti Martapura. Deretan nisan para pejuang menancap dalam diam, menjadi saksi peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang berlangsung sakral di Kabupaten OKU Timur.
Bupati OKU Timur, Ir H Lanosin, ST MM bertindak sebagai inspektur upacara dan berjalan singkat, tertib, dan penuh penghormatan.
Barisan pejabat daerah berdiri rapi: Kapolres, Pabung Kodim 0403/OKU, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta para kepala OPD, semuanya hadir untuk memberikan penghormatan kepada para pendahulu bangsa.
Selepas penghormatan dan doa bersama, prosesi tabur bunga dilakukan di pusara pahlawan.
Bunga melati dan mawar jatuh satu per satu, menguatkan simbol cinta tanah air dan penghargaan terhadap jasa mereka yang telah mengorbankan jiwa.
Suasana hening, seolah seluruh peserta upacara diajak merenungkan makna pengorbanan dan kesaktian nilai-nilai Pancasila.
Usai kegiatan, Bupati Lanosin menyampaikan pesan kepada masyarakat.
“Pancasila telah terbukti menjadi penopang keutuhan bangsa, bahkan di saat-saat bangsa ini menghadapi ancaman serius,” ucapnya.
Kesaktiannya terletak pada kemampuannya menjaga persatuan dalam perbedaan.
“Dari upacara di taman makam pahlawan ini, mari kita teguhkan tekad untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Bupati juga menegaskan bahwa Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya sebatas mengenang sejarah, melainkan menjadi refleksi untuk menghadapi tantangan masa kini.
“Ancaman perpecahan, penetrasi ideologi asing, hingga derasnya arus globalisasi, hanya dapat dihadapi dengan berpegang teguh pada Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa,” jelasnya.
Upacara di Taman Makam Pahlawan Jurai Komering Sakti tahun ini kembali mengingatkan bahwa kesaktian Pancasila bukanlah mitos, melainkan kenyataan sejarah.
“Pancasila telah, dan akan terus, menjadi benteng bangsa Indonesia. Dari tanah persemayaman para pahlawan, pesan itu menggema: nilai-nilai Pancasila harus dijaga, dihidupi, dan diwariskan bagi generasi penerus,” pungkasnya.(Wie)












