Perlintasan Kereta Api Saung Naga Kacau, Warga Minta Petugas Atur Lalin
Baturaja Barat – Kemacetan lalulintas di perlintasan kereta api (KA) Pasar Tempel Kelurahan Saung Naga Kecamatan Baturaja Barat, masih belum ada solusi.
Lalulintas kendaraan tersendat pada jam-jam tertentu di hari kerja. Biasanya pada pukul 06.00 wib – 07.30 wib, kemudian pada pukul 12.00 wib hingga 13.00 wib.
“Itu jam-jam sibuk pasti ramai. Antrean kendaraan bisa lebih 50 meter dari dua arah, ” ujar Andi, warga Kelurahan Saung Naga.
Pengguna jalan, kata dia, terpaksa melalui jalan tersebut, karena tidak ada alternatif lain.
“Mau tak mau tetap nunggu kalau kereta lewat. Jembatan layang tidak ada, mau mutar lewat lintas terlalu jauh, kalau tujuan mereka ke pasar atas, ” ungkapnya.
Pria bertubuh subur ini menyarankan agar jalur kendaraan umum dibuatkan jembatan layang, karena tidak mungkin jika kendaraan melewati under pass (jalur lama).
“Dulu kendaraan lewat di bawah rel kereta api, tapi kalau sekarang kondisinya tidak memungkinkan. Yang paling mungkin dibuatkan jembatan layang, ” sarannya.
Emin, warga Kelurahan Talang Jawa kerap terjebak kemacetan parah di lintasan kereta api. Padahal ia sudah mengantipasinya.
“Antara pukul 6 sampai pukul 7 itu, sekitar 4 rangkaian kereta yang lewat, jadi harus dihindari, tapi masih kena macet juga, ” ungkapnya.
Kemacetan lalulintas kendaraan bisa terurai, jika kendaraan dari dua arah sadar berlalulintas. Artinya, jelas buruh bangunan ini, pengguna jalan harus berada di jalurnya.
“Tapi kebiasaan orang kita ini, sudah tahu jalur orang, tapi malah jadi jalur antrean kendaraan dari seberang. Ketika palang pintu dibuka, dipastikan lalulintas terkunci, ” tuturnya.
Ia menyarankan, agar ada petugas yang berjaga-jaga pada jam tersebut. Hal ini, kata dia, untuk mengurai kemacetan.
“Dulu ada dua petugas yang mengatur, jadi walaupun antrean, tidak parah. Tapi sudah sejak Pandemi, tidak ada lagi petugas yang jaga, kecuali yang dipersimpangan Talang Jawa, ” tandasnya. (13)












