Khutbah Jumat

Persiapan Terbaik Menyambut Ramadhan

×

Persiapan Terbaik Menyambut Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Ust. Ahmad Yasin

Persiapan Terbaik Menyambut Ramadhan

Persembahan : Ustadz Yasin.

IPARI Kemenag Kabupaten OKU

Khutbah 1
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan. Shalawat serta salam semoga senantiasa terc⁶urah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, serta umatnya hingga akhir zaman.

Hadirin yang dimuliakan Allah,
Tidak terasa, hari demi hari terus berlalu. Kini kita berada di ambang pintu bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Bulan yang selalu dirindukan oleh orang-orang beriman. Oleh karena itu, seluruh umat Islam diperintahkan untuk menyambut Ramadhan dengan sungguh-sungguh, bukan dengan kelalaian, apalagi sekadar rutinitas tahunan.

Ramadhan adalah madrasah ruhani, tempat kita mendidik jiwa agar semakin dekat kepada Allah SWT. Maka sudah sepatutnya kita mempersiapkan diri, baik lahir maupun batin.

Pertama: memperbanyak doa agar dipertemukan dengan Ramadhan. Salah satu adab terpenting dalam menyambut Ramadhan adalah memperbanyak doa. Para ulama salaf bahkan berdoa berbulan-bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan.

Rasulullah SAW sendiri ketika memasuki bulan Rajab, beliau berdoa:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya; “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad no. 2346 dan Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath)

Doa ini menunjukkan bahwa bertemu Ramadhan adalah nikmat besar, karena tidak semua orang diberi kesempatan untuk menjumpainya kembali.

Kedua: Membiasakan Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban. Rasulullah SAW juga memberikan teladan dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban sebagai persiapan fisik dan spiritual sebelum Ramadhan.

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ، وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya; “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunnah daripada di bulan Sya’ban.”(HR. Abu Dawud).

Puasa Sya’ban adalah latihan ruhani, agar saat Ramadhan datang, tubuh dan hati kita telah siap menjalankan ibadah dengan maksimal.

Ketiga: membekali diri dengan ilmu tentang Ramadhan. Ibadah yang benar harus dilandasi dengan ilmu. Oleh karena itu, sebelum memasuki Ramadhan, pelajarilah hukum-hukum puasa, syarat sah, rukun, dan hal-hal yang membatalkannya. Allah SWT berfirman:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya; “Maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu jika kalian tidak mengetahui.” (QS. Al-Anbiya’ [21]:

7)
Dengan ilmu, ibadah kita akan lebih tenang, terarah, dan insyaAllah diterima oleh Allah SWT.

Keempat: bergembira dengan datangnya Ramadhan. Rasulullah SAW selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabat ketika Ramadhan tiba. Beliau bersabda: yang artinya: “Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang penuh berkah.

Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa terhalang dari kebaikannya, sungguh ia telah terhalang.” (HR. Ahmad)

Kelima: menyusun amal menjelang Ramadhan.
Agar Ramadhan tidak berlalu sia-sia, maka susunlah rencana amal ibadah sejak sekarang: memperbanyak tilawah Al-Qur’an, shalat malam, sedekah, dzikir, dan amal kebaikan lainnya.

Namun Rasulullah SAW juga mengingatkan agar kita tidak berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali bagi orang yang terbiasa berpuasa sunnah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ، إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ
Artinya; “Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari, kecuali seseorang yang memang memiliki kebiasaan puasa sunnah, maka boleh baginya berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Demikianlah adab-adab dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Semoga Allah SWT memanjangkan umur kita, memberikan kesehatan, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mampu menghidupkan Ramadhan dengan iman dan takwa. Semoga Ramadhan yang akan datang menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: (وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر)

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News