Tantangan Aging Population dalam Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 di Kabupaten OKU
Oleh : Muhammad Idris, S.Tr.Stat
Fungsional Statistisi Ahli Pertama
Visi Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita besar bangsa Indonesia dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia.
Kemilau kemajuan bangsa Indonesia diharapkan mewujud pada berbagai aspek baik dari sisi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan (IPOLEKSOSBUDHAKAM).
Visi ini merupakan panduan dalam mewujudkan negara Indonesia yang berdaulat, maju, berkelanjutan serta berdaya saing tinggi di kancah Internasional.
Dibalik visi yang cemerlang ini terdapat tantangan besar yang dihadapi, yakni fenomena Aging Population.
Aging population merupakan kondisi di mana terjadi peningkatan proporsi jumlah penduduk Lanjut Usia (Lansia) secara signifikan. Fenomena ini sudah mulai dirasakan kehadirannya di Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Kemajuan dalam bidang kesehatan, seperti akses layanan kesehatan, peningkatan sanitasi, dan penyediaan air bersih, telah berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka kematian dan meningkatkan harapan hidup.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2020, proporsi jumlah penduduk lansia Kabupaten OKU mencapai 8,48 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi 14,61 persen pada tahun 2035.
Angka ini akan terus meningkat hingga Indonesia genap berusia 100 tahun pada tahun 2045. Fenomena ini memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek di Indonesia.
Peningkatan Proporsi Jumlah Lansia dapat menjadi tantangan besar jika tidak dikelola dengan baik. Penduduk Lansia yang meningkat signifikan dapat membebani sistem kesehatan, meningkatkan beban ekonomi negara, dan dapat berpengaruh pada penurunan produktivitas tenaga kerja. Oleh karenanya, diperlukan kebijakan dan strategi yang tepat dalam mengatasi tantangan tersebut.
Salah satu tantangan besar dalam menghadapi aging population adalah peningkatan beban pada sistem kesehatan.
Penduduk Lansia memiliki kecenderungan membutuhkan perawatan kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.
Penyakit degeneratif seperti hipertensi, stroke, kolestrol, dan penyakit jantung pada umumnya lebih banyak terjadi pada lansia.
Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2023, prevalensi hipertensi pada lansia mencapai 57,8 persen, Stroke (35,4%), Kolestrol (20%), dan Penyakit Jantung (4,05%).
Oleh karenanya, peningkatan kualitas rumah sakit, penyediaan fasilitas perawatan jangka panjang, serta pelatihan khusus bagi tenaga medis untuk menangani kebutuhan lansia menjadi penting dilakukan dalam upaya menghadapi tantangan besar ini.
Pengembangan program kesehatan yang berfokus pada deteksi dini terhadap pencegahan penyakit juga dapat dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit pada penduduk lansia di Kabupaten OKU.
Terlebih, saat ini Kabupaten OKU merupakan Kabupaten dengan jumlah rumah sakit terbesar kedua di Provinsi Sumatera Selatan.
Aging population juga dapat memberikan dampak pada perekonomian. Dengan lebih banyaknya lansia di masa yang akan datang, kebutuhan akan dana pensiun dan layanan sosial juga akan meningkat yang pada akhirnya berdampak pada beban fiskal pemerintah.
Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, keberlanjutan fiskal dan stabilitas ekonomi merupakan faktor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengintegrasikan lansia ke dalam ekonomi agar tetap produktif. Lansia memiliki potensi untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, baik formal maupun informal.
Dengan memberikan dukungan yang tepat, lansia dapat tetap aktif secara ekonomi dan mengurangi beban ekonomi keluarga, bahkan negara.
Tantangan lainnya ada pada produktivitas tenaga kerja. Meningkatnya jumlah penduduk lansia menyebabkan angkatan kerja aktif di Kabupaten OKU akan mengalami penurunan, yang dapat memengaruhi produktivitas perekonomian daerah.
Hal ini dikarenakan produktivitas lansia akan cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia.
Menurut data BPS, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) memiliki tren yang menurun seiring dengan bertambahnya usia penduduk.
Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, diperlukan program pelatihan dan pendidikan yang dirancang khusus untuk lansia.
Program ini diharapkan dapat membantu lansia dalam memperoleh keterampilan baru agar tetap produktif.
Selain itu, dunia usaha di Kabupaten OKU dapat mengadopsi kebijakan yang lebih fleksibel bagi tenaga kerja senior agar tetap produktif dan nyaman di tempat kerjanya seperti menerapkan opsi kerja paruh waktu atau memberikan tugas yang proporsional sesuai kondisi fisik lansia.
Program ini dapat difokuskan pada keterampilan yang relevan dengan pasar kerja atau kebutuhan industri saat ini, seperti keterampilan digital dan teknologi.
Sehingga, dapat menciptakan tenaga kerja senior yang adaptif. Dengan memberikan kesempatan kepada tenaga kerja senior untuk terus belajar dan berkembang, Kabupaten OKU dapat memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan mereka untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten OKU perlu mengembangkan kebijakan yang komprehensif dan terkoordinasi untuk mendukung kesejahteraan lansia.
Termasuk mengenai kebijakan layanan sosial, dana pensiun, dan fasilitas perawatan kesehatan khususnya bagi lansia.
Pemerintah juga perlu memastikan agar terdapat cukup anggaran untuk mendanai program-program tersebut dan memastikan program tersebut berjalan secara efektif, efisien, dan transparan.
Dunia usaha juga memainkan peran penting dalam menjawab tantangan aging population ini. Dunia usaha perlu mengadopsi kebijakan kerja yang lebih fleksibel khususnya bagi tenaga kerja lansia melalui pengembangan keterampilan yang adaptif dan inovatif.
Sementara itu, masyarakat dapat berperan melalui organisasi nirlaba atau inisiatif komunitas yang dapat memberikan dukungan sosial serta layanan kepada lansia.
Tantangan aging population merupakan isu yang kompleks dan memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 di Kabupaten Ogan Komering Ulu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ini.
Dengan strategi yang tepat, penduduk lanjut usia dapat menjadi aset yang berharga bagi daerah, bukan menjadi beban.
Kita harus optimis bahwa dengan komitmen dan upaya bersama, Kabupaten OKU dapat mengatasi tantangan ini dan mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Melalui pemanfaatan teknologi, program pelatihan, kebijakan yang mendukung, dan kolaborasi yang kuat, OKU dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan sejahtera bagi semua lapisan masyarakat.
Dengan demikian, visi Indonesia Emas 2045 bukanlah sekadar impian, tetapi tujuan yang dapat dicapai dengan kerja keras dan kebijakan yang tepat. “INDONESIA EMAS 2045, LANSIA SEHAT, PRODUKTIF, DAN SEJAHTERA”. (*)







