Lahan Kosong Jadi TPS Ilegal, DLH Kembali Sikat Bersih
Baturaja Timur – Timbunan sampah baru kembali muncul di tepi jalan lintas Sumatera Desa Air Paoh. Tidak tanggung-tanggung, titik tumpukan sampah baru itu lokasinya tak jauh dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal arah SPBE.
Pantauan koran ini, tumpukan sampah tersebut kembali terlihat sejak awal Mei 2024. Awalnya, sampah tebangan pohon yang mendominasi, namun belakangan terlihat sampah rumah tangga yang dibungkus plastik.
Hal ini sangat disayangkan. Karena, kesadaran oknum warga masih sangat rendah terkait pembuangan sampah tersebut. Padahal, tak jauh dari situ, ada TPS yang sudah dijaga petugas.
“Pantang nian ada lahan kosong dikit, pasti untuk narok sampah, ” sesal Gutli, warga Kelurahan Sukaraya, saat bertemu di SPBE.
Oknum warga yang membuang sampah itu, kata dia, terkesan pemalas. Pasalnya, lokasi pembuangan hanya berjarak beberapa meter dari lokasi baru.
“Apa salahnya dibuang di kontainer, Idak nak dibuang di lahan orang, ” tuturnya.
Ia tak mengetahui persis pemilik lahan yang dijadikan tempat pembuangan sampah, kendati ia warga Sukaraya.
“Banyak dak hafal tuan tanah di sini bro. Kebanyakan orang pasar yang punya, ” sebutnya.
Baca juga :
Cetak Dokumen di Tempat, Dukcapil: Masyarakat tak perlu ke Capil
Desa Mandiri di OKU Bertambah, Segini Totalnya
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU A Firdaus melalui Kabid Pengolahan Sampah Aris Munandar mengatakan, sampah yang dibuang warga di tanah kosong, sudah sering dibersihkan.
“Terakhir kami angkut April lalu, tapi sekarang sudah penuh lagi, ” katanya.
Sampah yang diangkut petugas, kata dia, berupa bekas tebangan pohon. Namun, belum lama berselang, tebangan baru kembali bertumpuk.
Ia tak tahu, lahan yang dijadikan lokasi pembuangan sampah. Namun, karena sampah bertumpuk pihaknya, harus membersihkan.
“Kurang tahu tanah siapa, ” ucapnya.
Jumat, 14 Juni 2024 petugas kebersihan DLH Kabupaten OKU kembali membersihkan tumpukan sampah di lokasi ilegal. Sampah tersebut dibakar habis.
“Sudah kami bersihkan. Kalau bae masyarakat tidak buang tebangan lagi disitu, ” harapnya. (13)












