OKU RAYA

Ablasi di Desa Belandang, Jalan Nyaris Putus

×

Ablasi di Desa Belandang, Jalan Nyaris Putus

Sebarkan artikel ini
Akibat ablasi di daerah aliran sungai Ogan, sebagian jalan di Desa belandang lenyap.
Akibat ablasi di daerah aliran sungai Ogan, sebagian jalan di Desa belandang lenyap.

Ablasi di Desa Belandang, Jalan Nyaris Putus

OKU, okusatu.id – Ablasi terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Belandang Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten OKU jelang akhir Januari 2025.

Berdasarkan laporan yang di buat BPBD Kabupaten OKU, ablasi DAS di Desa Belandang terjadi pada 27 Januari 2025.
Dampaknya, badan jalan yang berdampingan dengan aliran sungai Ogan, longsor di tarik arus sungai ogan yang deras.

“Laporan yang masuk ke BPBD pada 27 Januari 2025 sekitar pukul 16.00 wib, ” ujar Kepala BPBD OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops Gunalfi, Rabu 5 Februari 2025.

Baca juga : 

Alat Level Gauge BPBD OKU Bisa Diakses Umum, Begini Caranya

BPBD OKU Pasang Alat Pendeteksi Banjir, Kolaborasi dengan BBWS

Nah, akibat dinding sungai terseret arus, badan jalan rontok memanjang hingga 20 meter.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, ” jelasnya.

Kendati separuh badan jalan lenyap ke aliran sungai ogan, namun masyarakat masih bisa melintasi jalan tersebut.

“Jalan masih bisa di gunakan masyarakat, namun tetap waspada, karena kontur tanah pasca ablasi, masih labil, ” imbuhnya.

Penyebab ablasi, di duganya tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa pekan belakangan. Kondisi ini membuat aliran sungai di bagian hulu meluap.

Potensi Hujan

Selain menyampaikan kabar terkait ablasi di Desa Belandang kecamatan Ulu Ogan, Gunalfi juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati, karena potensi hujan sedang hingga lebat mengintai beberapa kecamatan.

“Potensi hujan terjadi di Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kecamatan Ulu Ogan, Kecamatan Lengkiti, dan Kecamatan Muara Jaya, ” tandasnya.

Apa itu Ablasi ?

Ablasi daerah aliran sungai Ogan di Desa Belandang merupakan satu kejadian yang umum terjadi di tepian sungai.

Ablasi adalah proses pengikisan tanah di sekitar sungai yang dapat menyebabkan bencana.

Termasuk bencana hidrometeorologi yang dapat mengancam pemukiman maupun habitat di sekelilingnya.

Salah satu daerah di dalam kota yang terkena Ablasi adalah tepian sungai di Desa Pusar Kecamatan Baturaja Barat.

Ablasi sungai di kampung 1 itu sudah lama terjadi, namun hingga saat ini belum ada penanganan.

Bedanya dengan Abrasi

Abrasi dan Ablasi sama-sama pengikisan. Hanya saja lokasinya yang berbeda. Ablasi terjadi di daerah aliran sungai.

Sementara abrasi terjadinya pengikisan pantai oleh gelombang air laut. Abrasi juga kerap di sebut erosi pantai. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News