OKU Selatan – Banjir dan longsor membayangi sembilan kecamatan di Kabupaten OKU Selatan. Hal ini berdasarkan pengecekan yang di lakukan BPBD Kabupaten OKU Selatan, agar masyarakat lebih waspada.
Bencana alam ini sangat berpotensi di kawasan ini, karena belakangan hujan kerap mengguyur dengan beragam variasi.
Di tambah lagi, kontur Kabupaten OKU Selatan berupa tebing dan jurang yang menyebar hampir di seluruh kecamatan.
Sementara, kontur tanah dapat terpengaruh terhadap tingginya konsentrasi air yang terserap. Tanah akan bergerak jika tanah sudah banyak menyimpan air.
Baca juga :
Hujan Ringan Guyur Sumsel, Waspadai Siang sampai Malam
Hiburan Malam di OKU Timur Dirazia, Ikra : Nekat Buka Kami Tindak
Sembilan Kecamatan Rawan Banjir – longsor
BPBD OKU Selatan melalui Kabid Kedaruratan dan Logistiik Heri Pramono merincikan sembilan kecamatan rawan banjir dan longsor.
Sembilan kecamatan ini antara lain : Sindang Danau, Muaradua Kisam, Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), Mekakau ilir, Sungai Are.
Kemudian, Kisam ilir, kisam tinggi, Banding Agung, dan Warkuk Ranau Selatan.
Daerah tersebut, kata dia berada di daerah tinggi dan dekat sungai.
“Sehingga daerah ini rawan banjir dan longsor, ” tuturnya.
Baca juga :
THR ASN Cair Paling Cepat Pertengahan Maret
Jembatan di OKU Timur Ambruk, Dua Motor jadi Tumbal
Siaga Bencana Maret
Karena potensi ini, ia meminta masyarakat untuk tidak lengah. Terlebih warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam.
Dengan siaga, dampak bencana alam dapat di minimalisir.
Pihaknya juga memperpanjang status siaga darurat bencana hingga Maret 2025.
“Kapasitas penanggulangan sudah di tingkatkan. Seperti kapasitas personil, pengaktifan posko yang lengkap dengan alat, ” tandasnya. (13)












