Sampah Meluber Ke jalan dì Pasar Tempel, Warga : Buang sampah asal lempar dari kendaraan
OKU – Sampah meluber dì Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Pasar Tempel Kelurahan Saung Naga Kecamatan Baturaja Barat, OKU.
Pantauan okusatu.id di lokasi, sampah tersebut meluap ke jalan protokol.
Sementara, bak penampungan berbentuk persegi, terlihat sepi dari tumpukan sampah.
Sepertinya, masyarakat enggan membuang sampah ke dalam bak, dan memilih membuangnya dì tepi jalan dekat TPS.
Sampah yang bertumpuk dì sekitar TPS, sudah dì kemas dalam kantung plastik yang dì dominasi sampah rumah tangga.
Baca juga :
Masalah Perumahan Mampir ke Menteri PKP, Ara : Lapor ke 911
Kuburan Granat dan Peluru Aktif Terbongkar, Bikin Septic Tank Gagal Total
Kendati demikian, aroma menyengat dari sampah rumah tangga itu tetap menyambar hidung pengguna jalan.
Terlebih, saat matahari siang menyorot terik, aroma busuk makin kentara.
“Mudah-mudahan sore ini di angkut petugas, supaya volumenya tidak bertambah, ” ucap Zar, warga sekitar, Rabu 2 April 2025 siang sekitar pukul 13.00 wib.
TPS Pasar Tempel Saung Naga, jelas dia, biasanya mendapat jadwal angkutan tiap hari, dì sore hari.
Dì hari raya kedua, sampah tersebut juga sudah mulai dì angkut menggunakan armada angkutan sampah.
“Rutin di angkut. Sekarang terlihat banyak, karena masih momen lebaran, jadi sampah rumah bertambah dari biasanya, ” tuturnya.
Baca juga :
Puluhan Perusahaan Di-deadline 14 April Bayar THR, Buntut Pegawai Laporkan Perusahaan
Polres OKU “Satroni” Rumah Ditinggal Mudik
Akrab dengan Aroma Busuk
Aroma busuk yang dì produksi timbunan sampah, kerap di keluhkan.
Namun, warga sekitar maupun pengguna jalan, tidak terlalu memusingkan.
Karena, aroma busuk sudah cukup akrab dengan pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Namanya sampah pasti bau. Apalagi kalau ada sampah basah, ” ujar Eman warga kawasan Pasar Tempel.
Menurutnya, untuk menghilangkan bau, TPS di dekat pasar dan perlintasan kereta api harus dì pindahkan.
“Tapi mau pindah kemana, lahannya dimana, ” sebutnya.
Baca juga :
Arus Balik Diwarnai Hujan Petir, Ini Prakiraan Cuaca 1 April dan 2 April 2025 wilayah Sumsel
Harga Rawit Melejit Rp 150 Ribu Per kg
Penyebab Sampah di Tepi Jalan
Sampah yang berserak dì tepi jalan, sebenarnya bukan karena TPS nya kecil. Tapi di sebabkan oknum warga yang membuang sampah.
Beberapa warga enggan membuang sampah ke dalam bak, dan lebih memilih membuangnya ke tepi jalan.
“Awalnya cuma satu kantung plastik, lama-lama terus bertambah. Karena, sudah ada yang kasih contoh, ” tuturnya.
Selain itu, sambung dia, banyak juga pengguna jalan yang main lempar bungkusan sampah dari atas kendaraanya.
“Yang sering lempar kantung berisi sampah, juga kerap terjadi. Mau dì tegur, khawatir jadi balak, ” tandasnya. (13)












