OKUSATU, NTT – Kuburan granat dan peluru aktif terbongkar saat warga menggali tanah untuk membuat septic tank, Selasa 1 April 2025.
Senjata peledak tersebut, dì temukan warga pengungsi erupsi gunung Lewotobi Laki-laki Flores Timur, NTT yang rencananya hendak membuat septic tank.
Namun, ketika alat penggalinya belum terlalu dalam membongkar tanah, warga tersebut di kagetkan dengan benda yang ada dì dalam tanah, pasca penggalian.
Kontan saja, temuan tersebut membuat geger camp pengungsi. Warga berbondong-bondong menyerbu ke lokasi.
Baca juga :
Puluhan Perusahaan Di-deadline 14 April Bayar THR, Buntut Pegawai Laporkan Perusahaan
Polres OKU “Satroni” Rumah Ditinggal Mudik
Granat dan Peluru Aktif
Kuburan Granat dan Peluru aktif ini di laporkan ke Polres Flores Timur, untuk menghindari hal yang tak di inginkan terjadi.
Menurut Kasubdi PIDM Polres Flores Timur, Iptu A. Sanusi, granat dan peluru yang dì temukan masih aktif.
“Sudah kami pindahkan ke lahan kosong jauh dari camp pengungsi di Desa Konga, karena berbahaya, ” ujarnya dì lansir detiknews.
Pihaknya juga melaporkan temuan tersebut ke Polda NTT, agar menerjunkan tim penjinak bom Polda NTT.
Ratusan granat dan peluru aktif yang di temukan, dì duga sisa peninggalan perang dunia 2 yang terkubur dì dalam tanah.
Baca juga :
Arus Balik Diwarnai Hujan Petir, Ini Prakiraan Cuaca 1 April dan 2 April 2025 wilayah Sumsel
Jenis Granat dan Peluru yang Dì temukan
Granat tangan yang dì temukan berjenis Inert WWII buatan Jepang tipe 97 dengan tapi pemicu sebanyak 16 buah, kemudian peluru 393 butir kaliber 6,5 MM untuk jenis senjata Arisaka type 38.
Senjata tersebut, merupakan peralatan tempur yang di gunakan saat perang dunia kedua meletus, dengan amunisi 6,5 MM.
“Tim Sat Brimobda NTT akan turun untuk pemusnahan, jadi barang temuan tidak dì bawa ke Maumere, ” tuturnya.
Baca juga :
Ruben Onsu Peluk Islam, Bukan Soal Rumah Tangga
Wabup OKU Pimpin Open House pejabat OKU ke Petinggi Sumsel
Tiga Pengungsi Temukan Peledak
Komandan Korem 161/Wira Sakti Kupang Brigjen TNI Joao Xavier Berreto Nunes mengatakan, granat tangan dan peluru di temukan tiga orang pria pengungsi.
Mereka antara lain : Ignasius (41), Ferdinandus (25), dan Kamilus (43).
“Ketiga warga Desa Nawakote, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, ” tandasnya. (13)







