Nasional

Sudahi Impor LPG, Pemerintah Bikin CNG 3 KG

×

Sudahi Impor LPG, Pemerintah Bikin CNG 3 KG

Sebarkan artikel ini

Sudahi Impor LPG, Pemerintah Bikin CNG 3 KG

OKUSATU.id – Jika Bobibos (Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos) bersiap jadi bahan bakar alternatif kendaraan, maka Compressed Natural Gas (CNG) bakal bersiap menjadi alternatif pengganti gas Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Untuk diketahui, CNG adalah bahan bakar gas yang berasal dari gas alam yang dikompresi. Khususnya kandungan Metana atau C1 dan Etana atau C2.

Gas tersebut, disimpan kemudian didistribusikan menggunakan tabung tekanan tinggi 250 bar atau setara 2.900-3.600 psi.

Baca juga :

BPBD OKU Ingatkan Potensi Hujan 3 Hari ke Depan

Saat Banyak Orang Masih Menunggu Jodoh, Marfina Sudah 15 Kali Menikah—Kisahnya Bikin Publik Melongo

Tabung untuk menyimpan CNG, dibuat khusus agar mampu menahan tekanan tinggi, sehingga aspek keselamatan terpenuhi hingga ke tangan konsumen.

Sejauh ini, pengembangan CNG sudah diterapkan dì beberapa bidang usaha. Antara lain : restoran, hotel termasuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Bahan bakunya dari dalam negri, ” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Lantaran sudah diterapkan dì beberapa usaha, pemerintah berencana mengembangkan CNG dalam 3 kg. Sehingga pemanfaatannya lebih luas dan menjadi pengganti LPG.

“Yang ukuran 3 kg baru mau dibikin. Ongkosnya murah berkisar 30 – 40 persen, lebih murah, ” sebutnya.

Meski digadang-gadang menjadi sumber energi alternatif, Bahlil menyebut ada tantangan yang dihadapi.

Baca juga :

Ratusan Rumah di Desa Gunung Meraksa Terendam Banjir

Debit Air Sungai Saka Selabung Naik, Warga Bantaran Diminta Waspada

Kendati demikian, pemerintah memastikan akan mendorong implementasinya sebagai upaya kemandirian energi nasional.

“Pemerintah terus mendorong implementasinya, ” tandasnya.

Diketahui, pengunaan LPG secara nasional mencapai 8,6 juta ton per tahun. Tapi sayangnya, yang diproduksi dì Indonesia hanya 1,6 sampai 1,7 ton, sisanya impor. (13)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News