Ekonomi

Bukan Jakarta, Tapi Desa Martajaya! Sentra Budidaya Ikan Gabus

×

Bukan Jakarta, Tapi Desa Martajaya! Sentra Budidaya Ikan Gabus

Sebarkan artikel ini

Bukan Jakarta, Tapi Desa Martajaya! Sentra Budidaya Ikan Gabus

OKU – Sumsel | Desa Martajaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), kini resmi dikenal sebagai kampung budidaya ikan gabus dan lele.

Program unggulan ini menjadi solusi nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat serta mendukung kemandirian pangan melalui budidaya ikan air tawar di OKU.

Ratusan kolam ikan air tawar milik warga kini aktif membudidayakan dua jenis ikan utama: ikan gabus dan lele sistem bioflok.

Melalui kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Lubuk Raja, warga Martajaya berhasil menjadikan sektor perikanan sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

BACA JUGA Malaikat Maut Jemput Penumpang Avanza di Muba

Bupati OKU Teddy Meilwansyah mengungkapkan, kampung ini memiliki potensi besar sebagai sentra budidaya ikan gabus berskala nasional.

Bahkan, pemerintah daerah telah mendukung penuh pengembangan kawasan tersebut.

“Kami bantu dua unit alat pembuat pakan ikan untuk menekan biaya produksi para pembudidaya. Ini bagian dari dukungan kami terhadap program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),” jelas Teddy saat meninjau lokasi, Rabu (13/5).

BACA JUGA Polsek Ulu Ogan Ringkus Pencuri HP dua Remaja dì OKU

Di kampung budidaya ini, warga tak hanya memelihara ikan. Mereka juga mengolah hasil panen, khususnya ikan gabus, menjadi albumin—protein tinggi yang bermanfaat untuk kesehatan, serta abon ikan gabus yang bernilai ekonomi tinggi.

“Kami ingin warga tak hanya menjual ikan mentah, tapi juga bisa mengolah hasilnya menjadi produk turunan yang menguntungkan,” tambah Bupati OKU.

Langkah ini sejalan dengan upaya menekan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten OKU melalui pendekatan berbasis ketahanan pangan lokal.

Ketua Pokdakan Lubuk Raja, Agus Sutikno, menyebut para pembudidaya lele sudah beberapa kali melakukan panen raya dari kolam sistem bioflok.

BACA JUGA Calhaj Wafat di Madinah, Kecelakaan Bus Saat Hendak Arbain

“Sekali panen, kolam lele bisa hasilkan sekitar 700–800 kilogram. Sebagian kami olah jadi salai ikan untuk nilai jual lebih tinggi,” kata Agus.

Selain lele, warga juga melakukan pembibitan ikan gabus di kolam tanah sebagai upaya menjaga kesinambungan produksi. ***

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News