OKUSATU.id – Petani padi darat sangat senang pada hasil panen dì pertengahan tahun ini.
Padi darat jenis bahan pangan yang umumnya ditanam di daratan bukan di sawah.
Memiliki ciri khusus, selain rasa nasi yang pulen ketika dimasak, tapi juga wangi dan tidak mudah basi.
Nah jenis padi ini panen hanya satu kali dalam setahun. Beda dengan padi sawah yang bisa panen 3 kali dalam setahun.
Baca juga:
Petani Kuasai Pembelian Emas di OKU, Padahal Harganya Segini
Dua Titik Longsor Putuskan Poros Desa, Warga Dihantui Kecemasan
“Panen Mei kemarin itu penanaman Januari 2025, ” ujar Sudar, salah satu petani padi dì Kelurahan Sepancar Kabupaten OKU.
Produksi padi pada periode ini, jelas Sudar sangat bagus. Karena, benih 25 kg yang disebar di lahan 1 hektar, menghasilkan padi 5 ton sampai 6 ton.
“Alhamdulillah berhasil tahun ini, ” ucapnya senang.
Produksi Beras Padi Darat Dinanti
Khairuddin petani lainnya menyebut, produksi beras padi darat sangat dinanti masyarakat.
Namun sayangnya, karena produksi terbatas, beras padi darat lebih sering dìkonsumsi pribadi, tidak dikomersilkan.
“Bagaimana mau dijual, beras hasil penggilingan buat makan sehari-hari dan sedikit-sedikit dibagikan untuk keluarga, ” Jelasnya.
Baca juga :
Larang Kendaraan Besar Beriringan, PJN : Jarak Minimal 60 Meter
Pasang Rambu Pengingat dì Pangkal Jembatan, Imbas Ambruknya Jembatan dì Lahat
Untuk harga beras padi darat dijual Rp.15 Ribu/Kg. Dalam proses penggilingan, petani tidak mengeluarkan biaya. Karena, dalam penggilingan 9 kg padi, pabrik hanya meminta upah 1 kg saja.
Pasca panen, Juni – Desember lahan kosong yang baru saja panen padi, petani memanfaatkan untuk bertanam jagung.
“Jadi sumber pendapatan lain, ” tandasnya. (17)












