Cegah Banjir Pemerintah OKU Normalisasi Selokan
OKUSATU.ID – Bupati OKU H Teddy Meilwansyah meninjau pengerjaan normalisasi selokan di sejumlah titik di kota Baturaja yang dinilai rawan banjir saat musim hujan, pada Rabu, 8 Oktober 2025.
Tak sendiri, orang nomor satu di OKU ini didampingi Asisten III Setda OKU H Romson Fitri dan Plt Kadin PU PR OKU saat meninjau normalisasi siring.
Di sela-sela meninjau, Teddy juga sempat berdialog sekaligus mendengarkan keluhan warga di Kelurahan Kemalaraja.
Diantaranya banyaknya sampah kiriman dari yang masuk ke selokan mengakibatkan selokan tidak lancar dan tersumbat.
Baca juga :
Emosi Tak Terkendali, IRT Tusuk Bokong Tetangga Saat Gendong Bayi
Pelaku Pungli Apes, Duit Belum Dapat Petugas Keburu Meringkus
Dikatakan Teddy, Pemkab OKU terus berupaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat penghujan. Salah satunya dengan normalisasi selokan.
“Termasuk antisipasi adanya penyakit pasca banjir, ” kata ayah tiga anak ini.
Terkait persoalan sampah, suami Zwesti Karenia Teddy ini menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan khususnya didekat aliran selokan.
Sebab, pihaknya telah menyiapkan tempat sampah di titik-titik pemukiman untuk mempermudah warga.
“DLH sudah siapkan bak sampah di beberapa titik untuk mempermudah masyarakat membuang sampah. Jadi Jangan lagi buang sampah ke selokan agar selokan tidak tersumbat dan aliran air dapat mengalir lancar, ” pintanya.
Baca juga :
ASN Dinkes OKU Terjerat Dugaan Korupsi Terancam Dipecat Tidak Hormat ?
Plt Kepala Dinas PUPR OKU Fajar mengatakan, pengerjaaan normalisasi selokan sepanjang 2 kilometer.
Yakni mulai selokan di jalan Yosudarso hingga M Hatta Bakung samping kantor Camat Baturaja Timur atau muara selokan ke sungai Ogan.
“Pengerjaan normalisasi selokan ditargetkan kelar Desember, ” kata Fajar.
Normalisasi selokan dikerjakan berupa pembersihan sampah hingga pengerukan material tanah yang menyumbat siring dikawasan tersebut.
“Normalisasi selokan ini untuk antisipasi banjir di musim penghujan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, ” terangnya.
Fajar mengungkapkan, pihaknya sedikit mengalami kesulitan saat melakukan pembersihan selokan khususnya di titik padat penduduk. Akibatnya tak bisa menggunakan alat berat saat pengerjaan.
“Makanya pengerjaan dikawasan padat penduduk kita lakukan dengan manual, ” tandasnya.(15).












