BATURAJA – Selada, sayuran hijau yang kerap menjadi pelengkap lalapan, kini semakin sulit ditemukan di pasar tradisional Kota Baturaja.
Kondisi ini sudah dirasakan para pedagang selama beberapa bulan terakhir dan berdampak langsung pada kenaikan harga jual.
Bela, agen sayur di Pasar Baru Baturaja, mengatakan pasokan selada mulai menipis sejak sekitar sebulan terakhir.
“Harganya melonjak cukup tinggi. Sebelumnya masih Rp20 ribu per kilogram, sekarang sudah naik menjadi Rp40 ribu per kilogram,” ungkapnya saat ditemui di lapak.
Menurut Bela, terbatasnya pasokan menjadi faktor utama kenaikan harga.
Hal serupa diungkapkan Rina, pedagang sayur di Pasar Atas Baturaja. Ia mengakui bahwa selada kini menjadi sayuran yang paling sulit dicari.
“Harga selada naik dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Stoknya pun tidak menentu,” ujarnya.
Rina menambahkan, kelangkaan selada sudah terasa sejak awal tahun 2026, dan ketersediaannya kadang kosong sama sekali.
Menurut Rina, salah satu penyebab kelangkaan selada adalah meningkatnya permintaan dari pengelola MBG, sehingga pasokan yang masuk ke pasar tradisional berkurang.
Sementara itu, harga bumbu dapur di Baturaja masih relatif stabil.
Cabai rawit dijual Rp70 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp50 ribu per kilogram, dan bawang merah serta bawang putih masing-masing Rp50 ribu per kilogram.
Untuk sayuran lain seperti kol putih, harganya tetap Rp17 ribu per kilogram.
Para pedagang berharap pasokan selada segera kembali normal agar harga stabil dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (Wen)












