Bermainnya Anak di Masjid
Oleh:
Bagus Suparjiyono, S.Pd.,M.Si.
– Manager Genza Education Baturaja
– Dosen luar biasa Universitas Baturaja
– Pemerhati Anak Ogan Komering Ulu
– Ketua TPA Asholihin Sukaraya Baturaja Timur
Momen istimewa di bulan Ramadhan. Tidak jarang kita melihat orang tua membawa anak-anaknya untuk ikut tarawih di masjid.
Mengajak anak tarawih di masjid terkadang suka membuat orang tua merasa was-was. Rasa khawatir pun muncul ketika anak rewel atau berisik di tengah jamaah yang sedang beribadah.
“Tentang membawa anak kecil ke masjid itu hukumnya boleh dan dianjurkan atau disunnahkan,”.
Pendapat ini juga sejalan dengan ustaz Achmad Zacky Mirza yang menyampaikan bahwa orang tua tidak boleh melarang anak-anak beribadah di masjid atau musalah.
Sikap orang tua jika anak bercanda saat salat tarawih
Ustaz Bani Hasyim mengatakan bahwa membawa anak ke masjid sejak kecil termasuk bagian dari tarbiyah. Tarbiyah sendiri artinya mendidik atau membiasakan anak dengan hal-hal baik sejak dini.
“Rasulullah pernah mengatakan, ‘Perintahkan anakmu untuk salat ketika usianya sudah tujuh tahun’.
“Maka membawa anak ke masjid untuk salat itu merupakan Tarbiyah. Mendidik mereka agar terbiasa ke masjid,” tutur ustaz Bani.
Namun terkadang, anak suka bercanda saat salat tarawih sedang berlangsung. Ustaz Bani pun memberikan pandangannya terkait hal ini.
“Ya namanya juga anak kecil, kita semua pernah kecil. Anak pasti suka bercanda. Maka, sebaiknya didik pelan-pelan tapi jangan sampai menghardik anak kecil di masjid,”
Jika anak sulit diarahkan tapi tidak mengganggu jemaah, orang tua bisa menggunakan isyarat. Lewat cara ini, anak akan belajar menahan diri tanpa harus merasa dimarahi.
“Kalau seandainya anak ini sulit diarahkan, meski lari kesana-kemari tapi bisa kita diamkan dengan isyarat agar dia diam, enggak apa-apa,”
Namun, jika anak benar-benar mengganggu salat orang lain, tindakan dari Bunda diperlukan. Ustaz Bani menyarankan orang tua untuk membawa anak pulang ke rumah.
“Tapi, kalau sulit dan mengganggu jemaah, seperti mengganggu salat orang lain, maka sebaiknya orang tua batalkan salat dan bawa anak pulang. Besok bisa dibawa lagi,”
Untuk melatih anak, orang tua dapat memulainya dari rumah. Dengan membiasakan salat berjamaah di rumah, perlahan mereka akan belajar tentang gerakan dan tata cara salat.
“Silahkan ajarkan anak salat berjamaah di rumah terlebih dahulu,” .
Pentingnya mengajak anak salat di masjid sejak dini
Melarang pun kita tidak diperbolehkan. Mengapa? Rasulullah SAW selalu mengajak Hasan dan Husen ketika salat, bahkan pernah suatu hari Rasulullah SAW ketika sedang sujud badannya Rasulullah ditunggangi oleh salah satu cucu beliau.
Menurutnya, anak-anak yang diajak ke masjid akan lebih terbiasa dengan lingkungan ibadah. Lebih dari itu, ini juga dapat membantu mereka mencintai salat sejak kecil.
Lebih lanjut, orang tua sebaiknya mencari cara terbaik supaya anak bisa ikut salat di masjid dengan nyaman tanpa mengganggu kekhusyukan jemaah lain.
“Jadi, dilarang pun tidak boleh. Tinggal bagaimana mencari solusi yang terbaik. Ditempatkan pada tempat semestinya sehingga tidak mengganggu kekhusyukan yang tarawih,”. (*)
Baca juga :
Wakil Bupati OKU Resmikan Safari Ramadan MUI – Pemkab OKU Tahun 1447 H/2026










