Sumsel Melejit! Jurus Cepat Tanam Padi Ala Herman Deru Bawa Daerah Ini Tembus 3 Besar Nasional
OKU TIMUR – Lahan-lahan sawah di Sumatera Selatan kini tak lagi menunggu lama untuk ditanami. Pemerintah provinsi bergerak cepat. Tanam dipercepat, teknologi digerakkan, dan petani didorong jadi ujung tombak.
Gubernur Herman Deru menegaskan, keberhasilan Sumsel menembus tiga besar produsen beras nasional bukan terjadi tiba-tiba. Ada kerja panjang yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.
“Dulu kita di posisi delapan, lalu naik ke lima, sekarang sudah masuk tiga besar. Ini karena kekuatan petani kita,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
BACA JUGA
Otak Bapak Konslet gegara Pergoki Putrinya Berhubungan Intim, Tapi Minta Jatah Juga
Sawah Dikebut, Mesin Turun Tangan
Di Desa Sido Makmur, Kecamatan Belitang, OKU Timur, percepatan tanam langsung dilakukan di lahan seluas 4 hektare.
Bukan dengan cara lama. Kali ini, petani dibantu mesin tanam modern atau transplanter riding. Kehadiran alat ini membuat proses tanam jauh lebih cepat dan efisien.
Langkah ini sekaligus jadi antisipasi menghadapi ancaman El Niño yang berpotensi mengganggu produksi pangan.
Pesan Tegas: HKTI Jangan Hanya Rapat
Dalam kesempatan itu, Deru juga menyinggung peran HKTI. Ia meminta organisasi tersebut tidak hanya aktif di forum, tetapi hadir langsung di tengah petani.
BACA JUGA
Ini Dia Wajah Tiga Tahanan yang Melarikan Diri, Tiga Instansi Buru Pelaku
Menurutnya, tantangan ke depan semakin berat. Perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga produktivitas lahan harus dihadapi dengan ilmu dan pendampingan nyata.
“Petani butuh bimbingan. HKTI harus turun ke lapangan, bukan sekadar rapat,” tegasnya.
Irigasi Jadi Kunci, Bendungan Ditinjau
Tak berhenti di sawah, Deru bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono juga mengecek kondisi Bendungan Komering (BK) 9 di Desa Sukosari.
Keberadaan irigasi yang stabil dinilai sangat penting agar produksi padi tetap terjaga, meski musim tidak menentu.
BACA JUGA
Pujian dari Pusat dan Target Tanpa Impor
Sudaryono mengakui, perkembangan sektor pertanian di Sumsel cukup pesat. Ia menilai kepemimpinan Deru mampu menjangkau desa, tanpa kehilangan koneksi dengan pemerintah pusat.
Menurutnya, sektor pertanian menjadi andalan karena mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Ia juga menyinggung program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia bebas impor beras pada 2025, salah satunya lewat kebijakan harga gabah Rp6.500.
Menariknya, wilayah ini juga punya sejarah panjang. Lokasi tersebut pernah menjadi tempat panen raya yang dihadiri Presiden Soeharto di masa lalu. ***












