BATURAJA – Langit malam di tepian Sungai Ogan menjadi saksi bisu berakhirnya sebuah pencarian yang penuh harap. Setelah berjam-jam menyusuri arus sungai yang gelap dan deras, tim gabungan akhirnya menemukan sosok kecil yang sejak sore dicari.
Bela binti Robet, bocah perempuan berusia 6 tahun, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Jumat dini hari, 1 Mei 2026, tepat sekitar pukul 00.00 WIB.
Tubuhnya ditemukan tersangkut di ranting pohon di pinggir sungai, tepatnya di wilayah Desa Tubohan, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari lokasi awal ia dilaporkan hanyut.
Peristiwa pilu ini bermula pada Kamis sore, 30 April 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Bela sedang mandi di Sungai Ogan bersama beberapa warga lainnya di sekitar belakang Rumah Makan Ogan SS 2, Desa Ulak Pandan.
BACA JUGA
Pagi – Siang Panas Bedengkang, Sore – Malam Hujan Mendadak, BMKG Ungkap Pemicunya
Aktivitas yang tampak biasa itu berubah menjadi momen mencekam. Arus sungai yang tengah deras dan kondisi air yang sedang tinggi tiba-tiba menyeret tubuh Bela. Dalam sekejap, ia hilang dari pandangan.
Warga yang berada di lokasi langsung berusaha memberikan pertolongan. Namun derasnya arus dan dalamnya sungai membuat upaya tersebut tidak berhasil. Bela tak kunjung muncul ke permukaan.
Kejadian itu segera dilaporkan ke posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kecamatan Semidang Aji. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan cepat oleh pihak terkait.
Pemerintah daerah melalui Asisten I Setda OKU, Indra Susanto, menginstruksikan agar proses pencarian dilakukan sesuai prosedur dengan melibatkan berbagai unsur.
BACA JUGA
Main di Sungai Ogan, Bocil Warga Ulak Pandan Diduga Tenggelam, BPBD OKU Ambil Langkah Cepat
Operasi pencarian dipimpin langsung oleh Kapolsek Semidang Aji, Iptu Meyke Krisdian Hasri SH. Tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, BPBD, dan masyarakat setempat bergerak cepat menyisir aliran Sungai Ogan.
Selama tujuh jam, mereka menelusuri arus sungai tanpa henti, menembus gelapnya malam dengan harapan menemukan korban dalam keadaan selamat.
Namun harapan itu berubah menjadi duka saat tubuh Bela akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, tersangkut di ranting pohon di tepian sungai.
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian panjang yang sejak awal dipenuhi kecemasan.
Kini, suasana duka menyelimuti keluarga korban. Jenazah Bela telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya sungai, terutama saat kondisi air sedang tinggi dan arus menguat.
Kepala BPBD OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops BPBD OKU Gunalfi mengatakan, korban dìtemukan dì Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Tubohan.
“Temunya dì DAS Desa Tubohan, ” ujarnya melalui seluler.











