Khutbah Jumat

Menjaga Anak Sebagai Amanah

×

Menjaga Anak Sebagai Amanah

Sebarkan artikel ini
Ust A Yasin
Ust A Yasin

Judul ini saya angkat berkaitan dengan rasa trimakasihku pada Alloh Tuhan yang maha Esa, karna anakku yang telah berhasil meraih medali dalam even SMARTINI metematika secara online dan taraf nasional.

Meski tak seberapa namun patut kita syukuri, semoga yang lain bisa mengikuti langkahnya dan Khususnya untuk anak saya bisa mempertahankan prestasinya bahkan meningkatkan lagi.

Semoga tulisan dibawah ini bisa menjadi perantara yang membaca dan mendengarkanya bisa sama-sama tergerak melakukan perbaikan pada putra putrinya sesuai harapan teks yang di bawah ini.

 

Menjaga Anak Sebagai Amanah

Persembahan Ustadz Yasin

  • Pengurus NU
  • IPARI Kabupaten OKU

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Ma’asiral  Muslimin Rahimakumullah,

Marilah senantiasa kita berupaya untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan mengoptimalkan diri dalam menjalankan perintah Allah, dan meninggalkan segala sesuatu yang dilarang-Nya. Hanya dengan cara demikian, hidup kita akan mendapatkan kebahagiaan sejak kita hidup di dunia ini, sampai di akhirat kelak, dengan ridla  Allah Subhanahu wa Ta’ala , Amiin.

Marilah kita sejenak memperhatikan pesan Nabi Ya’qub ‘Alaihis salam yang diabadikan dalam al-Qur’an, ketika mengumpulkan anak cucunya:

إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي

Artinya“Ketika Ya’qub berkata pada putra putra: “Apa yang akan kalian sembah nanti sepeninggalku?” (QS.Al Baqarah 133).

Pertanyaan Nabi Ya’qub kepada putra tayangan ini menggambarkan mencerminkan orang tua terhadap generasi penerusnya dalam hal agama, aqidah dan peribadatannya. Sebagai pelajaran bagi kita semuanya, bahwa kita harus selalu memperhatikan peribadatan anak cucu kita.

Sebab, Nabi Ya’qub sebagai seorang Nabi saja, begitu menghawatirkan terhadap anak cucu keturunannya, apalagi kita, yang hanya sebagai manusia biasa, tentu harus lebih meremehkan anak kita.

Kita tidak boleh menutup mata dari kenyataan bahwa telah terjadi kemerosotan nilai agama dan akhlak pada anak remaja akhir-akhir ini. Kita telah diingatkan oleh Allah  subhanahu wa ta’ala  dengan firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Artinya “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari api neraka.”  (at-Tahrim: 6)

Pada hari berhenti kelak, kami akan diminta pertanggungjawaban terhadap keluarga dan anak-anak kami. Hal tersebut sebagaimana diisyaratkan oleh Sabda Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa salam :

عَنْ ابن عمر رضي الله عنهماعن النبى – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – انه قَالَ – أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رعيته، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ ألا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya :Dari Ibnu Umar RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggung jawabnya. Seorang pembantu rumah tangga adalah memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggungjawabnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas tanggung jawabnya.” (HR Muslim).

Ma’asiral  Muslimin Rahimakumullah,

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan semaraknya media komunikasi, tentu akan cukup mewarnai kondisi agama putra-putri kita. Jarang sekali orang tua yang peduli dengan hal ini, kecuali orang-orang yang mendapat taufik dari Allah  subhanahu wa ta’ala .

Sebagian orang tua merasa sangat terpukul saat prestasi sekolah anaknya menurun, namun mereka tidak merasa terpukul saat menjumpai anaknya tidak melaksanakan ibadah wajib semisal shalat dan puasa. Sebagian orang tua justru lebih condong membantu anaknya untuk melampiaskan hawa nafsunya daripada membekali anaknya dengan pendidikan agama.

Rasulullah  Shallallahu ‘alaihi wa salam  bersabda,

كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

“Cukuplah seseorang dikatakan berdosa ketika dia menelantarkan pengasuhannya.”  ( HR.Abu Dawud  )

Oleh karena itu marilah selalu mengingat akan tujuan dan misi hidup kita, yaitu hanya untuk menghambakan diri dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, perhatian dan rasa khawatir terhadap terjaganya i’tiqad dan keyakinan anak, harus tertanam dalam hati setiap orang tua, untuk menjamin generasi keturunan kita, tetap melestarikan peribadatan dan keyakinan generasi pendahulunya, sebagaimana firman Allah :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً

Artinya “Dan hendaknya takut dan khawatir orang orang yang apabila mereka meninggalkannya, generasi yang lemah. Supaya mereka khawatir terhadap anak cucunya, Dan hndaknya mereka takut kepada Allah, dan hendaknya mereka mengucap dengan nucapan yang benar”. (QS.An Nisa’ 9).

Ma’asiral  Muslimin Rahimakumullah,

Allah telah memberi peringatan kepada kita para orang tua, jangan sampai kita salah mendidik dan mengasuh anak anak kita, yang harus kita khawatirkan terhadap anak anak kita adalah lemahnya agama dan keyakinan anak anak kita.

Soal materi, ekonomi dan kehidupan, kita yaqin anak cucu kita nanti akan lebih pandai dari pada kita semua. Coba kita tengok ke belakang tentang kehidupan kita di masa lampau, kita bandingkan dengan kehidupan sekarang. Mestinya kita harus bersyukur, keadaan saat ini serba lebih makmur.

Padahal orang tua kita dahulu mendidik kita, tak pernah membuat target tertentu, yang terfokus hanyalah bagaimana kita bisa memegang agama dengan kuat, dan istiqomah. Alhamdulillah, keadaan kita lebih baik daripada masa lampau.

Artinya kita tidak perlu berlebihan meremehkan masa depan ekonomi generasi kita, tetapi yang terpenting adalah kasih modal kepandaian dan ilmu pengetahuan. Yang harus kita khawatirkan adalah manakala anak cucu kita meninggalkan dalam keadaan bodoh tanpa pengetahuan, lemah agamanya, lemah imannya.

Karena yang akan menimbulkan kerugian tidak hanya bagi mereka tetapi kita semua sebagai orang tua. Mengapa kita meninggalkan generasi kita dalam keadaan bodoh?

tentu karena kita kurang memperhatikan dan mengabaikan kewajiban, sebagai orang tua yang membawa amanat, tidak hanya urusan sandang pangan, papan dan kesehatan saja, tetapi juga pendidikan mereka terutama agama, akhlaq dan aqidahnya menjadi kewajiban bagi orang tua.

Ma’asiral  Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita sadar akan kewajiban mendidik anak anak kita. Mari kita bekali mereka dengan ilmu pengetahuan agama, jangan sampai kita meninggalkan generasi yang bodoh tanpa pengetahuan, terutama agama akhlaq dan aqidahnya. Nabi kita memberi peringatan keras kepada orang tua,

مَـنْ تَـرَكَ وَلَـدَهُ جَـاهِـلًا كَانَ كُـلُّ ذَنْبِ عَـمَـلِــهِ عَـلَـيْــهِ

Artinya “Barang siapa yang meninggalkan anak dalam keadaan bodoh (tidak mengerti agama), niscaya dosa yang dilakoni anak karena sebab bodhonya, dibebankan kepada orang tua”

Semoga kita mendapat petunjuk dan pertolongan dari Allah Ta’ala. Memenuhi amanat kwajiban mendidik anak kita, kelak kemudian menjadi generasi yang shalih shalihat, selamat dunia akhirat. Amin

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّا كُمْ بِااْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ، وَقُلْ رَبِّ اْغفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِيْنَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ

وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً

وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Baca juga :

Sinergi PT Karomah Bait Al-Ansor – BAZNAS OKU, Ribuan Kantong Daging Dam Haji Akan Dibagikan

Hindari Kemacetan di Islamic Center, Kemenhaj OKU Imbau Jemaah Haji Datang Lebih Cepat

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News