Khutbah Jumat

Bangun Peradaban dengan Ilmu

×

Bangun Peradaban dengan Ilmu

Sebarkan artikel ini
Ust. Ahmad Yasin

Bangun Peradaban dengan Ilmu

Persembahan Ustadz Yasin, Pengurus NU dan IPARI Kab.OKU

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt, Tuhan yang memberikan kenikmatan kepada kita semua, sehingga kita masih bisa menjalankan ibadah shalat Jumat di masjid yang mulia ini.

Shalawat beserta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhamad saw, Nabi yang membawa cahaya Islam, ilmu dan peradaban bagi umat manusia.

Hadirin rahimakumullah,

Untuk mengawali khutbah Jumat tanggal 17 April 2026 ini, saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah Jumat sekalian, agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt, yakni dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Karna Hanya dengan takwa, hidup kita akan penuh keberkahan.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Islam adalah agama yang sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan.

Bahkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah saw adalah perintah membaca. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-A’alaq:

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١
Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!
Ayat ini menegaskan bahwa peradaban Islam dibangun di atas dasar ilmu. Tidak ada kemajuan tanpa ilmu, dan tidak ada kejayaan umat tanpa kecintaan terhadap ilmu.

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Peradaban Islam pada masa lalu mencapai puncak kejayaannya karena umatnya menjadikan ilmu sebagai fondasi kehidupan.

Para ulama, ilmuwan, dan cendekiawan Muslim melahirkan karya besar dalam bidang hukum, kedokteran, matematika, astronomi, filsafat, hingga seni dan arsitektur.

Karya-karya itu menjadi dasar berkembangnya peradaban dunia modern. Nama-nama seperti Imam Syafii, Imam Al-Ghazali, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, Ibnu Khaldun, Al-Farabi, Ibnu Arabi dan banyak lagi adalah bukti bahwa ilmu mampu mengangkat martabat suatu bangsa.

Mereka tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu dunia yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.   Namun, kita patut bertanya pada diri kita saat ini, mengapa umat Islam hari ini tertinggal dari bangsa lain?

Jawabannya karena banyak di antara kita yang meninggalkan ilmu, lebih mengutamakan hawa nafsu daripada kecintaan terhadap pengetahuan, lebih mementingkan popularitas daripada karya, meninggalkan literasi membaca dan lebih senang pada perdebatan daripada penelitiandan pembelajaran.

Padahal Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim (HR Ibnu Majah).
Hadits ini menegaskan bahwa kewajiban menuntut ilmu tidak terbatas pada ilmu agama saja, melainkan mencakup segala ilmu yang bermanfaat bagi umat manusia. Ilmu kedokteran, teknik, ekonomi, pertanian, teknologi, politik, seni budaya dan lainnya, semua adalah sarana untuk membangun peradaban yang lebih baik.

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Ilmu yang bermanfaat bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan umat. Ilmu akan bernilai tinggi jika diamalkan.

Seorang yang berilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya, ibarat pohon yang tidak berbuah.
Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ

Artinya: Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (QS Al-Mujadilah: 11).

Ini menunjukkan bahwa kemuliaan seseorang, bahkan suatu bangsa, sangat ditentukan oleh iman dan ilmunya.
Hadirin rahimakumullah,
Ilmu yang diberikan oleh Allah swt kepada kita adalah cahaya.

Dengan ilmu kita akan mengerti mana yang benar dan mana yang salah. Dengan ilmu kita bisa memperbaiki ekonomi, mengelola sumber daya alam, menata pemerintahan, dan menciptakan kehidupan yang damai.

Rasulullah saw telah bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللّٰهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga (HR Muslim).

Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Jika kita ingin membangun kembali kejayaan peradaban Islam, maka tidak ada jalan lain kecuali dengan menumbuhkan semangat menuntut ilmu, menyebarluaskan literasi membaca dan memperbanyak penelitian.

Mulailah dari diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, lingkungan dan tetangga kita. Didiklah mereka agar mencintai ilmu, mencintai membaca, mencintai penelitian, dan mencintai karya-karya yang bermanfaat.

Negara akan kuat jika masyarakatnya berilmu. Umat akan maju jika generasi mudanya cinta pada ilmu. Dan agama akan jaya jika umatnya menjadikan ilmu sebagai dasar pengamalan iman.

Hadirin rahimakumullah,
Demikianlah khutbah yang singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita dan keturunan kita menjadi ahli ilmu dan kebaikan, sehingga bisa membangun peradaban yang lebih maju.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ
وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً
وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

 

Baca juga :

Plastik Makin Mahal, Puan Maharani : UMKM Pakai Daun Pisang atau Daun Jati Aja

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News