Khazanah Islam

Banjar Sari Mengaji

×

Banjar Sari Mengaji

Sebarkan artikel ini

Banjar Sari Mengaji

Persembahan Ustadz Yasin

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Semidang Aji mengajak jamaah Majelis Taklim untuk memperbaiki takbirotu ikhrom dan bacaan fatehah dalam sholat.

Selain itu, beliau juga mengajak jamaah membiasakan membaca Surat Al-Waqiah setiap pagi dalam kegiatan pengajian rutin di Desa Banjar sari, Kecamatan Kecamatan Semidang Aji, jumat 1 Mei 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan keagamaan guna meningkatkan kualitas ibadah dan kedisiplinan amalan harian masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, penyuluh tidak hanya memandu bagimana takbirotul ikhrom, baca fatehah yang benar serta mengajak jamaah bersama-sama membiasakan pembacaan Surat Al-Waqiah, dilanjutkan memberikan tausiyah mengenai keutamaan serta makna yang terkandung di dalamnya.

Hal ini dilakukan agar jamaah tidak hanya membaca, tetapi juga memahami isi Al-Qur’an.

Salah satu Penyuluh Agama Islam, KUA Kecamatan Semidang Aji Ustadz Yasin, menjelaskan pentingnya pembiasaan tersebut sebagai langkah spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembiasaan dalam pembacaan Surat alfatehahdalam sholat kemudian dengan dilanjutkan bakda sholatnya Membaca Al-Waqiah pada pagi hari merupakan ikhtiar spiritual umat Islam dalam memulai aktivitasnya dengan penuh keberkahan,” ujarnya dikutip dari rilis Berita Okusatu.

Dalam uraian singkatnya tentang takbirotul ikhrom yang memiliki enam belas ketentuan ini hanya sebagian kecil saja.

“Sama diketahui bahwa takbiratul ihram adalah ucapan pertama yang dilakukan oleh orang yang melakukan shalat, ‘ Ujarnya.

Takbiratul ihram merupakan rukun qauli (rukun yang berupa ucapan) yang di dekatnya seseorang telah masuk dalam rangkaian ibadah shalat dan diharamkan melakukan apa pun yang bisa membatalkannya.

Itulah sebabnya takbir yang diucapkan paling awal ini disebut takbiratul ihram, yang berarti takbir yang melarang orang yang shalat melakukan apa pun selain gerakan dan ucapan shalat.

Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Abu Dawud dan lainnya:

مِفْتَاحُ الصَّلاَةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ

Artinya: “Kuncinya shalat adalah suci, tahrimnya (yang mengharamkan melakukan apa pun) adalah takbir, dan tahlilnya (yang menghalalkan melakukan apa pun) adalah salam.”

Sebagai bagian dari ibadah tentunya pelaksanaan takbiratul ihram tidak asal diucapkan.

Ada aturan-aturan tertentu yang harus dipatuhi oleh orang yang ingin melakukan shalat, baik shalat fardlu maupun sunah.

Kesalahan dalam pelaksanaan takbiratul ihram menjadikan takbiratul ihramnya rusak dan berakibat pada tidak sahnya shalat yang dilakukan.

Musthafa Al-Khin—sebagai salah satu ulama madzhab Syafi’iyah—menuturkan tata cara takbiratul ihram dalam kitabnya Al-Fiqhul Manhajî .

Dalam penjelasannya disebutkan bahwa takbiratul ihram haruslah dengan kalimat:
اللهُ أَكْبَرُ
“Allahu Akbar”
Dalam pelaksanaannya pengucapan kalimat tersebut harus memenuhi beberapa syarat yakni:

1. Pada saat mengucapkannya orang yang hendak shalat harus sudah dalam posisi berdiri. Bila pengucapannya dilakukan di tengah-tengah proses hendak berdiri maka tidak sah shalatnya.

2. Pada saat mendengarkannya orang yang hendak shalat sudah pada posisi menghadap kiblat.

3. Dengan menggunakan bahasa Arab. Namun bagi orang yang tidak bisa mengucapkannya dengan bahasa Arab dan tidak mungkin untuk belajar pada saat itu maka diperbolehkan dia untuk bertakbiratul ihram dengan menggunakan kalimat bahasa lain dengan mengucapkan makna dari Allahu Akbar.

Setelah itu ia berkewajiban untuk mempelajari takbiratul ihram dengan bahasa Arab.

4. Pengucapan kalimat Allahu Akbar setiap hurufnya sendiri harus bisa didengar oleh minimal dirinya dengan catatan kondisi pendengarannya dalam keadaan sehat.

Seandainya yang terdengar hanya kalimat Allahu saja dan tak terdengar kalimat Akbar-nya—walaupun kedua isyarat mengucapkannya—maka takbir tersebut tidak sah.

Ustadz Yasin menambahkan, majelis taklim menjadi sarana efektif dalam pembinaan keagamaan karena mampu menjangkau masyarakat secara langsung dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan rutin seperti ini, kami ingin menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan agar jamaah semakin mantap sholatnya serta dekat dengan Al-Qur’an lalu menjadikannya sebagai pedoman hidup sehari-hari,” katanya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan kolektif agar jamaah lebih konsisten dalam mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, dengan penyuluh berperan sebagai fasilitator yang mendampingi masyarakat secara langsung.

Melalui kegiatan rutin ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim Lil muttaqein dapat terus istiqamah dalam menjaga kebenaran membaca fatihah dalam sholat serta mengamalkan Surat Al-Waqiah kemudian meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pengajian yang dihadiri puluhan ibuk-ibuk, bapak-bapak perangkat desa serta bank mega syariah dan pembiayaan haji dan umroh Amitra ini di buka mulai jam 13.30 hingga jam 15.23 memasuki waktu asar.

Yang sebelumnya juga ustadz yasin sebagai khotib dimasjid desa banjar sari kecamatan semidang aji. Semoga bermanfaat, Aamiin… (*)

Baca juga :

Hari Buruh, Presiden : Negara Ambil Alih jika Pengusaha Nyerah

Tangis Pecah di Tengah Malam, Bocah 6 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News