Rawan Banjir dan Longsor Intai 11 Kecamatan di Kabupaten OKU
Baturaja Timur – Musim penghujan mulai menggeser kemarau yang melanda Kabupaten OKU sejak Juli 2023. Hujan mengguyur sejak medio Oktober 2023, dan hampir merambah seluruh kecamatan.
Kepala BPBD Kabupaten OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops Gunalfi memastikan, hujan yang mengguyur bukan hujan buatan.
“Sudah masuk penghujan (Pancaroba). Hampir wilayah OKU mengalami hujan. Tapi intensitas curah hujan dan durasinya saja mungkin yang masih berbeda. ” ujarnya dibincangi oku satu.
Masuknya musim penghujan, masyarakat dimintai mewaspadai potensi bencana yang diakibatkan. Yakni banjir dan longsor.
Dijelaskan Gunalfi, di Kabupaten OKU ada 11 kecamatan yang rawan banjir dan longsor dari 13 kecamatan di Kabupaten OKU (lihat grafis). Kecuali Pengandonan dan Sinar Peninjauan.
“Banjir dan longsor dipicu Cuaca ekstrem dan drainase yang banyak mengalami masalah, ” jelasnya.
Kasus banjir dan longsor, sambung dia cukup tinggi terjadi pada tahun 2022 dan awal 2023. Namun, jelasnya, sejauh ini bencana itu tidak menimbulkan korban jiwa.
“Alhamdulilah untuk saat ini tidak ada korban jiwa, ” katanya.
Pemkab OKU, jelasnya mulai mengambil langkah cepat dalam bentuk mitigasi bencana struktural untuk mengurangi resiko.
“Salah satu langkah untuk menanggulangi banjir yakni di wilayah Kelurahan Baturaja Permai dan Kelurahan Sekar jaya dengan pelebaran drainase menggunakan dana bantuan Gubernur Sumsel, ” tandasnya. (13)
Grafis 11 Kecamatan rawan banjir dan longsor :
1. Kecamatan Baturaja Timur
2. Kec. Baturaja Barat
3. Kec. Ulu Ogan
4. Kec. Muara Jaya
5. Kec. Semidang Aji
6. Kec. Sosoh Buay Rayap
7. Kec. Lubuk Batang
8. Kec. Peninjauan
9. Kec. Kedaton Peninjauan Raya
10. Kec.Lengkiti
11. Kec. Lubuk Raja.
(sumber : BPBD OKU)
Baca :
Gapura Batas Desa Pusar Ambruk Diseruduk Alat Berat
Family Gathering SMKN 2 di Bandar Lampung, Hamlaini : Untuk merefresh diri











