OKU RAYA

Banjir Rendam Kampus, Mahasiswa Belajar Secara Daring, Kerugian Belum Ditaksir

×

Banjir Rendam Kampus, Mahasiswa Belajar Secara Daring, Kerugian Belum Ditaksir

Sebarkan artikel ini

Banjir Rendam Kampus, Mahasiswa Belajar Secara Daring, Kerugian Belum Ditaksir

OKUSATU.id – Ratusan Mahasiswa Prodi Akper, SKM dan Akbid Kampus Stikes Al Ma’arif Baturaja terpaksa belajar secara dari di rumah.

Hal ini dipicu banjir yang melanda kawasan RT. 01 RW. 03 Kelurahan Sukaraya dan Desa Air Paoh beberapa hari yang lalu.

Bahkan hingga saat ini, banjir masih menggenangi kawasan tersebut, kendati pihak Balai Besar Pengawas Jalan Nasional (BBPJN) Sumsel sedang membangun box culvert.

Elwan candra, SKM, MKM, salah satu Dosen Stikes Al Ma,’Arif Baturaja mengatakan, banjir menerjang sejumlah gedung dì komplek tersebut.

Antara lain : asrama, rumah pengelola Kampus, lapangan voly dan basket, Jalan masuk kampus serta masjid ikut terendam banjir.

Baca juga :

Harga Karet Naik Lagi! Petani Bisa Untung Besar, Tapi Jangan Sampai Salah Langkah!

“Ketinggian banjir maksimal 1,5 meter membuat aktivitas kampus terganggu, ” ucapnya.

Peristiwa seperti ini, kata dia terjadi sejak 7 tahun lalu, jika hujan mengguyur kota Baturaja khususnya Rt. 01 Rw. 03 Kelurahan Sukaraya, sudah dapat dipastikan Kampus Stikes Al Ma’arif Kebanjiran.

Hal ini dikarenakan drainase yang berada di samping Bengkel Enggano menyempit. Belum lagi warga dari luar Kelurahan Sukaraya membuang sampah ke selokan.

“Pernah saya lihat warga membuang sampah dari kendaraan, berarti sampah yang menutup lobang drainase bukan hanya dari warga Kelurahan Sukaraya, “terangnya.

Akibat banjir tersebut, dirinya belum bisa merincikan apa saja yang terdampak.

“Kita belum bisa mengecek secara pasti karena masih terendam Banjir, kalau sudah surut nanti bisa kita cek, ” Ucapnya.

Banjir di kampus kesehatan itu tidak berdampak terhadap kesehatan mahasiswa maupun mahasiswi.

Baca juga :

Pecah Telur, Enam Siswa MA Al-Azhar Center Baturaja Lolos SNBP

“Kegiatan belajar daring sampai batas yang belum ditentukan, ” tuturnya.

Sementara untuk penerimaan mahasiswa baru, kampus tersebut menerapkan sistem online.

“Penerimaan mahasiswa secara online, karena imbas banjir, ” tandasnya.

Ia berharap banjir segera berakhir, dan masyarakat dapat sama-sama menjaga kebersihan lingkungan, agar banjir tak terulang. (17)

 

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News