OKU RAYAOpiniSumsel

Buah Jatuh Tidak akan Jauh Dari Pohonnya

×

Buah Jatuh Tidak akan Jauh Dari Pohonnya

Sebarkan artikel ini
Bagus Suparjiyono, S.Pd., M.Si. Manager PRIMAGAMA Baturaja Ketua HISPPI Kabupaten OKU

Buah Jatuh Tidak akan Jauh Dari Pohonnya

Oleh: Bagus Suparjiyono, S.Pd., M.Si.
– Manager GENZA Eduction Baturaja
– Pemerhati Anak Ogan Komering Ulu
– Dosen Luar Biasa Universitas Baturaja

Buah Jatuh Tak Jauh dari Pohonnya? Anak-anak melihat. Anak-anak akan melakukan seperti apa yang mereka saksikan.

“Mari kita siapkan anak-anak kita menuju Indonesia emas, dan sebagai generasi penerus pembangunan Kota Batam. Pendidikan merupakan investasi masa depan yang tidak ada tandingannya dalam meraih masa depan,” katanya.

Orang tua mempuyai peran sangat penting dalam perkembangan pendidikan anak usia dini. Dari peran ini, akan lahir anak-anak dengan karakter dan akhlak mulia.

Sinergi memang harus diperkuat. Bagaimana kita bisa melahirkan anak-anak hebat. Karena 40 tahun akan datang merekalah anak-anak hebat yang akan memimpin Bangsa Ini.

Anak adalah generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Oleh karena itu anak perlu diberikan lingkungan yang kondusif dimulai dari keluarga, agar tercipta anak yang sehat, cerdas, berakhlak mulia dan cinta tanah air.

Anak perlu mendapat pengasuhan berkualitas. Hak-hak dan perlindungan terhadap anak belum sepenuhnya dapat diberikan oleh pemerintah maupun masyarakat.

Antara lain ditandai dengan masih banyaknya anak yang tidak memiliki akta kelahiran, informasi yang tidak ramah anak dan suara anak belum banyak mewarnai proses pembangunan.

“Di sisi lain masih banyak anak yang tidak mendapatkan layanan kesehatan dan pendidikan. Selain itu, kekerasan terhadap anak masih terjadi baik di rumah, di jalanan, di sekolah dan di tempat umum.

Pelakunya, orang dewasa atau teman sebaya mereka. Peristiwa yang banyak menimpa anak tersebut sangat menyedihkan dan sangat memprihatinkan.

Atas dasar itulah pemerintah menerbitkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual terhadap Anak.

Hal itu sangat sejalan dengan amanat UUD 1945 pasal 28 ayat (2) yang menyebutkan bahwa, Negara menjamin setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi, ujarnya.

Pola pengasuhan anak yang berkualitas harus menjadi konsep utama dengan memberikan hak anak dan membangun komunikasi yang baik antar anggota keluarga.

Dengan kata lain, ketahanan keluarga harus lebih ditingkatkan sehingga orang tua atau keluarga dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik.

Kepedulian dan peran aktif keluarga, masyarakat, dunia usaha, pemerintah dan negara dalam menciptakan Iingkungan yang berkualitas untuk mewujudkan peningkatan perlindungan dan tumbuh kembang anak.

“Sehingga pada akhirnya kita dapat mewujudkan anak-anak yang sehat, cerdas, ceria, serta beraklak mulia, karena kita mampu memberikan hak-hak anak dan mewujudkan lingkungan dan keluarga yang ramah anak,”.

Kita sudah paham, bahwa mendidik anak bukan hanya sekedar kemampuan mengasuh orangtua semata, namun disana ada kuasa dan hidayah Allah yang memberikan bimbingan kepada anak-anak kita.

Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, Kita tidak bisa mengawasi anak-anak kita selam 24 jam, akan ada masa di mana anak-anak kita akan sibuk bersama dengan teman dan lingkungannya tanpa pantauan kita.

Pada kondisi seperti ini, sebagai orang yang beriman maka kita titipkan dan kita minta kepada Allah agar senantiasa menjaga anak-anak kita, dalam doa yang kita panjatkan.

Tak dapat dipungkiri, sudah menjadi keinginan kita memiliki anak yang pintar, cerdas, berprestasi dan terbaik lah.

Namun lebih dari itu semua, Allah mengajarkan bagaimana kita mendoakan anak kita menjadi qurrota a’yun (penyejuk mata), anak berkarakter yang akan menjadikannya penyejuk hati, santun, beradab, dan kebahagiaan orang tua.

Kita sebagai orangtua menjadi model dan contoh yang bisa menjadi referensi anak-anak kita dalam berakhlak dan beretika, sehingga anak-anak kita dapat dengan mudah mendapatkan keteladan di dalam rumah.

Akan tetapi sebaliknya, jika orang tua tidak menjadi panutan bagi anaknya, maka akan terasa sulit dalam mendidik mereka menjadi anak yang baik dan berakhlak mulia.

Semoga Allah. SWT. Tuhan YME.  menjadikan kita sebagai orangtua yang layak diteladai oleh anak-anak dan anak-anak kita menjadi generasi yang berakhlak dan beradab serta kebaikan bagi orangtuanya di dunia maupun di akhirat. (*)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News