Opini

Menyambut Ramadhan 1447 H, Perbaiki Kualitas Manajemen Amaliyah Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Taqwa

×

Menyambut Ramadhan 1447 H, Perbaiki Kualitas Manajemen Amaliyah Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Taqwa

Sebarkan artikel ini

Menyambut Ramadhan 1447 H, Perbaiki Kualitas Manajemen Amaliyah Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Taqwa

Oleh : Darman Syafei
BAZNAS OKU

Perintah untuk berpuasa bagi orang-orang berimaan adalah untuk mencapai Taqwa baca  ( Al Baqarah ( 183 ).

Bulan Ramadhan selain mendidik kita untuk mampu mengendalikan hawa nafsu , mendidik karakter orang-orang yang beriman, juga mendidik kita untuk senantiasa meningkatkan amal perbuatan ( amaliyah ) yang diridhohi Allah SWT.

Di sinilah pentingnya kita memperbaiki manajemen amaliyah kita agar amal perbuatan.

Kebajikan kita terarah dan terukur serta tepat tujuan dan sasarannya.
Kita diperintahkan untuk berbuat baik “ wata’a wanu alal birri wattaqwa “.

Nah berbuat baik dan tolong menolong ini perlu direncanakan dengan baik, contoh kita rencanakan berapa zakat yang akan kita bayar, kemana dan bagaimana zakat akan kita salurkan, siapa sasaran penerima zakat kita dan lain sebagainya.

Meningkatkan kualitas takwa melalui manajemen amaliyah yang lebih baik adalah proses mendalam yang melibatkan perbaikan niat, penjadwalan ibadah, dan evaluasi konsisten.

Berikut adalah beberapa langkah perbaikan kualitas manajemen amaliyah dalam upaya meningkatkan kualitas taqwa :

1. Perbaikan Niat dan Fokus
Introspeksi Niat (Tajdidun Niyyah)

Pastikan setiap amalan dilakukan semata-mata karena Allah SWT, bukan karena kebiasaan, riya’  atau paksaan. Niat yang tulus adalah fondasi diterimanya ibadah dan sumber keberkahan.

Fokus dan Khusyuk : Kurangi gangguan saat beribadah. Matikan notifikasi ponsel, cari tempat yang tenang, dan fokus pada makna ibadah tersebut.

Khusyuk dalam shalat, misalnya, akan meningkatkan koneksi spiritual secara signifikan.

2. Penjadwalan dan Konsistensi
Jadwal Ibadah yang Terstruktur:

Buat jadwal harian atau mingguan yang mencakup salat wajib, salat sunnah (misalnya Dhuha, Tahajud), membaca Al-Qur’an, dan amalan lainnya.

Gunakan pengingat atau aplikasi jika diperlukan untuk menjaga disiplin.
Prioritaskan Amalan Wajib: Pastikan amalan wajib tidak terlewatkan.

Amalan sunnah adalah pelengkap, tetapi amalan wajib adalah dasar dari ketakwaan.

Konsisten (Istiqamah) : Amalan yang sedikit tetapi konsisten lebih disukai daripada amalan banyak yang hanya sesekali. Manajemen yang baik berfokus pada keberlanjutan.

3. Ragam dan Kualitas Amaliyah
Seimbangkan Amalan.

Gabungkan ibadah ritual (shalat, puasa) dengan amalan sosial (sedekah, membantu sesama, menjaga hubungan baik). Taqwa mencakup kedua aspek tersebut.

Tingkatkan Kualitas Pengetahuan : Pelajari fikih ibadah dan makna di balik amalan yang dilakukan. Pengetahuan yang lebih dalam akan meningkatkan pemahaman dan kekhusyukan.

Evaluasi Amalan Harian / Mingguan :  Luangkan waktu sejenak di penghujung hari atau minggu untuk merenungkan ibadah yang telah dilakukan. Evaluasi mana yang sudah baik dan mana yang perlu ditingkatkan.

4. Lingkungan Pendukung
Bergabung dengan Komunitas Positif

Bergaul dengan orang-orang yang juga berusaha meningkatkan kualitas ibadah akan memotivasi dan memudahkan manajemen amaliyah.

Menggunakan Sumber Daya yang Tepat : Manfaatkan aplikasi pengingat shalat, aplikasi Al-Qur’an, atau situs web Islami yang terpercaya untuk membantu manajemen dan pembelajaran, seperti melalui situs resmi Pusat Kajian Hadis.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen ini secara konsisten, seseorang dapat memperbaiki kualitas ibadahnya (amaliyah) yang secara langsung akan berdampak pada peningkatan kualitas taqwa. (*)

Dapatkan berita terupdate OKU SATU di Google News