Pertahankan Kebaikan Pasca Ramadan
OKUSATU.id – Salat Idul Fitri 1447 H/2026 digelar di Masjid Al-Aziz, Perum Mini Asi, Kelurahan Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu pagi 21 Maret 2026.
Sersan Satu (Sertu) Sudri Daud, Babinsa Kodim O403 OKU didaulat sebagai imam dan khatib pada salat idul Fitri tahun ini.
Sejumlah pesan inti yang sarat makna dan menjadi pengingat bagi ratusan jamaah yang hadir.
Setidaknya ada tiga poin utama yang menjadi landasan perayaan Idul Fitri dan kelanjutan kehidupan beriman pasca-Ramadan tahun 1447H/2026.
Pertama, bulan suci Ramadan yang baru saja berlalu bukan sekadar waktu yang lewat, melainkan akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.
Baca juga :
Ramadan adalah bulan penuh rahmat, maghfirah, dan keberkahan yang kini telah meninggalkan kita.
Sayangnya, tidak ada jaminan kita semua akan kembali dipertemukan dengan bulan suci ini di tahun berikutnya.
Bulan suci ini akan bersaksi bagi mereka yang sungguh-sungguh dalam beribadah maupun mereka yang menyia-nyiakannya.
“Beruntunglah orang-orang yang memuliakan Ramadan, dan rugilah mereka yang menyia-nyiakannya,” tegas Sertu Sudri Daud.
Baca juga :
PEP Zona 4 Tetap Beroperasi Penuh Saat Libur Lebaran, Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Kedua, khatib mengajak jamaah untuk tidak berhenti berbuat baik setelah Ramadan berakhir. Ia menyoroti fakta bahwa mempertahankan kebaikan jauh lebih sulit dibandingkan meraihnya.
“Jangan jadikan Ramadan sebagai ibadah musiman semata. Nilai-nilai seperti disiplin, keikhlasan, dan kepedulian sosial yang telah kita bangun selama sebulan ini harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Ia juga menyinggung lantunan takbir yang menggema, menekankan bahwa itu bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan bentuk pengagungan Allah dan refleksi spiritual yang mendalam.
Pesan ketiga dan yang paling menyentuh hati adalah tentang keberbakti kepada orang tua. Sertu Sudri Daud menekankan hubungan erat antara keridhaan Allah dengan keridhaan orang tua.
“Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua,” ucapnya dengan tegas.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk segera memanfaatkan momen Idul Fitri ini guna memohon maaf dan meminta ridho kepada orang tua selagi mereka masih ada.
Bagi yang orang tuanya telah wafat, ia menganjurkan untuk mendoakan dan berziarah ke makam mereka, serta tetap menjaga komunikasi kasih sayang meskipun terpisah oleh kematian maupun jarak.
Pesan-pesan tersebut disampaikan dalam suasana khidmat, membuat banyak jamaah terharu dan merenungi kembali nilai-nilai kehidupan.
Kegiatan salat Idul Fitri pun berjalan lancar, menjadi momen yang mempererat kebersamaan dan memperkuat keimanan warga setempat.(15)










