Masjid Asy-syafaah Ulak Pandan Melaksanakan Sholat Eid
Persembahan Ustadz Yasin
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا
Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik”.
Ratusan jamaah memadati Masjid Asy-syafaah desa Ulak pandan Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada Jumat 21 Maret 2026, untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Masyarakat dan Aparat desa Ulak Pandan.
Sejak pukul 06.00 WIB, kawasan tersebut telah dipenuhi jamaah dari berbagai Dusun di Kampung Satu dan sekitarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari membludaknya peserta yang tidak hanya berasal dari kalangan Kampung 1, tetapi juga Kampung 2 dan 3.
Pelaksanaan salat berlangsung khusyuk dengan dipimpin oleh Ustadz Hamas Izzatul Islam sebagai imam.
Sementara khutbah Idulfitri disampaikan oleh Ustadz Ahmad Yasin yang menekankan pentingnya Mencintai Tanah Kelahiran dan Menjaga Etika Kepada orang tua baik dalam Keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam keterangannya, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Semidang Aji, Ustadz Ahmad Yasin,S.H.I.,M.Pd.,menyampaikan bahwa tingginya Kecintaan tanah kelahiran dan baktinya pada orang tua baik secara individu maupun bermasyarakat menjadi indikator kuatnya nilai persatuan di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang.
“Momentum Idulfitri ini bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran berbagai lapisan masyarakat dalam satu momentum ibadah menunjukkan bahwa nilai cinta tanah Air dan kebersamaan masih terpelihara dengan baik di wilayah Ogan Komering Ulu pada Umumnya dan didesa Ulak pandan Khususnya.
Menurutnya, Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan diri sekaligus memperbaiki hubungan antar sesama, terutama dalam memperkuat solidaritas kecintaan tanah kelahiran dan eratnya hubungan emosional kekeluargaan, sosial dan kepedulian terhadap Sodara yang Kadang terjadi pertikain sesama keluarga.
Pelaksanaan Salat Idulfitri yang berlangsung tertib dan lancar ini juga mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai religius sekaligus harmoni social Keumatan.
Di akhir penyampaiannya, Ustadz Ahmad Yasin mengucapkan,
“Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin.”
Momentum Idulfitri di Ulak Pandan ini pun menjadi bukti bahwa semangat menjaga kebersamaan dan persatuan umatbaik secara kekeluargaan maupun sosial tetap menjadi fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat di tengah tantangan zaman yang serba Modern dan Canggih ini.
Sholat eid ini dihadiri Kepala desa setempat dan seluruh Perangkat yang diperkirakan mencapai 700 jamah.(ysn)



