Riber :
- Dua buruh sawit di OKI kesamber geledek
- Satu tewas, satu alami luka bakar
- Korban tewas diduga sedang ngecas HP
OKUSATU.id – Cuaca buruk yang terjadi pada Kamis 25 Desember 2025 siang, menjadi petaka bagi keluarga seorang buruh sawit di Kabupaten OKI. Andika, dikabarkan tewas tersambar petir di dalam pondok, saat hujan deras menghujam kawasan itu.
Pria berusia 39 tahun yang kesehariannya mengandalkan upah sebagai buruh sawit, tewas tak lama setelah gelegar petir menyambar pondok, tempatnya berteduh pada siang itu.
Diketahui, korban bekerja di PT Persada Sawit Makmur. Peristiwa mengerikan itu terjadi di Poskodal Fire Afdeling II Kebun Kayuagung Selatan.
Informasi yang didapat, siang itu empat orang buruh sawit sedang berteduh di dalam pondok. Mereka baru saja memperbaiki tanggul jebol.
Baca juga :
Gempa Tektonik Goyang Bengkulu, Pusat Gempa Dikedalaman 20 KM
SPPG Punya Waktu Lima Hari Bersiap, 8 Januari MBG Start
Karena hujan mulai merintik, keempatnya lantas balik ke pondok sembari hendak makan siang. Keempat buruh tersebut antara lain : Andika, Ahmad Ariyadi, Rizal, dan M Aldi.
Sesampainya di pondok, keempatnya sibuk dengan urusan masing-masing. Andika di ruang tengah pondok sedang mengecas HP dengan power bank, bersama M Aldi. Sedangkan Ahmad Riyadi berada di dalam kamar pondok, dan Rizal duduk di teras pondok.
Di luar pondok, hujan yang turun sejak pukul 12.00 wib, mengguyur makin deras. Sekitar pukul 13.30 wib, geledek menggelegar. Lidah apinya langsung mencolek dinding pondok.
Baca juga :
Program untuk Umat di OKU Dilanjutkan MUI OKU Tahun 2026
Januari – Maret 2026, Gunung Dempo Ditutup untuk Pendaki
“Petir itu diduga menyambar korban Andika melalui sambungan arus pendek dari power bank ke HP dari belakang pondok, “ ujar Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto melalui Kapolsek Pedamaran, AKP Ilham Parlindungan dilansir Tribunsumsel.
Sambaran petir itu membuat Andika kejang-kejang di lantai pondok. Malangnya, lidah petir itu juga menyambar M Aldi yang diduga tak jauh tempatnya. Namun, M Aldi mengalami luka bakar di siku kanan.
Mendengar ledakan besar, Rizal dan Ahmad Riyadi langsung berhambur ke tengah pondok. Keduanya, kaget melihat kondisi Andika dan M Aldi.
“Korban dilarikan ke RSUD Kayuagung, namun nyawa Andika tidak tertolong, “ ungkapnya.
Korban dimakam di TPU Desa Tanjung Serang. Ia meninggalkan seorang istri dan anak. (13)












