OKUSATU.id – Rumah warga di Desa Semanding Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU mendadak jadi perhatian publik. Pasalnya, dua rumah di Dusun 2 di desa itu, menjadi korban bencana alam tanah longsor.
Rumah tersebut mengalami longsor di bagian dapur. Longsor diperkirakan terjadi antara pukul 22.00 wib – 22.30 wib.
Musibah yang tidak terduga ini terjadi saat Kabupaten OKU diguyur hujan pada Jumat 2 Juli 2025. Hujan mengguyur rata sejak Magrib hingga lewat tengah malam.
Hal ini membuat kondisi tanah di dusun 2 menjadi labil, sehingga menarik dua dapur rumah warga di desa tersebut.
Korban longsor yakni, : Ridwan (58) dan Kholifah (58). Tidak ada korban jiwa, meski saat longsor tersebut, penghuni rumah bersiap hendak tidur.
Baca juga :
Longsor di Luar Prediksi
Camat Pengandonan Oktaria Rosalina dikonfirmasi okusatu.id menjelaskan, longsor yang menimpa dua warganya, terjadi di luar prediksi.
Sebab, selama ini bencana longsor belum pernah terjadi. Apalagi dua rumah korban, sudah berdiri di lahan tersebut selama berpuluh tahun.
“Baru ini ada longsor, apalagi dua rumah ini sudah lama berdiri di sana, “ jelasnya melalui seluler.
Dia menduga, penyebab longsor karena kontur tanah perbukitan. Sebab, jarak antara rumah dengan aliran anak sungai berkisar 80 meter yang dipisahkan dengan kebun duku.
“Dapur tidak longsor ke sungai, tapi ke kebun duku. Pergerakan tanah longsor juga lambat sampai ke kebun duku, “ jelasnya.
Baca juga :
Jumlah Hotspot di Sumsel Meroket, Begini BPBD Prediksi Dua Bulan Kedepan
Oknum ASN Palembang Main Brutal, Atlet Futsal Asal OKU Dibikin Patah Kaki
Evakuasi Pasca Longsor
Saat hujan mengguyur, dirinya memantau perkembangan di wilayah kerjanya melalui smartphone. Ia meminta para kepala desa, agar memantau debit sungai, atau dampak lain dari hujan.
“Jadi malam itu focus mantau sungai, tidak menyangka akan terjadi longsor, “ sebutnya.
Evakuasi dapur yang terseret longsor dilakukan pada Sabtu 3 juli 2025. Masyarakat desa bersama perangkat desa, kecamatan, Polsek dan Koramil serta BPBD OKU membantu evakuasi tersebut.
“Musibah longsor sudah kami sampaikan ke Dinas Sosial dan Dinas PU, agar ada bantuan dan dibuatkan bronjong. Masyarakat yang tinggal di tepi sungai kami minta waspada, “ tandasnya. (13)












