Diraba Saat Tunggu Pasien di Puskesmas Muba
MUBA, okusatu.id – Diraba saat menunggu pasien, menjadi peristiwa yang mungkin tidak akan terlupakan oleh RK, warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Peristiwa yang membuatnya merinding itu, terjadi saat dia sedang menunggu pasien di salah satu puskesmas Ngulak, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu 12 Februari 2025.
RK Di raba Saat Tidur
Pelecehan seksual yang di alami RK, berawal saat dirinya sedang menjaga keluarganya yang sedang menjalani perawatan di UPTD Puskesmas Ngulak.
Mungkin karena terlalu kelelahan, RK tertidur di ruang rawat inap, sembari menjaga anggota keluarganya yang menjalani perawatan.
Namun sayang, tidur lelapnya terganggu. Lekuk tubuhnya menarik simpati pelaku. Sehingga tubuh yang tertutup busana, di raba pelaku.
Tidak sampai di sana, pelaku juga di duga menc!um bagian tubuh korban.
Aksi tersebut membuat korban kaget. Segera tersadar dari tidurnya.
Baca juga :
Kebakaran Rumah Bisa Diantisipasi, Cara Nomor 4 Agak Sulit Dilakukan
Jaringan Listrik Rumah Harus Di periksa Berkala : Sepuluh Tahun Sekali
Pelaku Keluarkan Jurus Langkah Seribu
Terbangunnya korban dari tidurnya, membuat pelaku panik luar biasa. Pelaku langsung mencikar kabur mengeluarkan jurus langkah seribu meninggalkan korban yang berteriak di belakangnya. Namun sayangnya, teriakan korban tidak di dengar petugas piket.
Dugaan pelaku orang dalam beredar
Meski tidak menuding siapa pelakunya, namun beredar kabar pelaku di duga orang dalam. Atau bisa jadi keluarga pasien lainnya yang juga sedang perawatan di puskesmas itu.
Karena memang saat peristiwa menjijikan itu terjadi, tidak ada saksi yang mengetahui, bahkan dari pihak puskesmas sendiri.
Kadinkes Muba Membantah
Kasus pelecehan yang di dapati salah satu anggota keluarga pasien, sudah di terima Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Azmi.
Namun kabar beredar yang menyebut pelakunya oknum orang dalam, di bantah tegas. Ia menegaskan, jika pelaku bukan pegawai Puskesmas setempat.
“Di duga pelaku pelecehan orang luar, keluarga pasien yang sedang menjaga. Di sini kami luruskan, pelaku bukan pegawai kami, ” tegasnya.
Baca juga :
Lima Bansos Cair Jelang Puasa, Segera Cek Sebelum….
Bansos Rp 200 ribu Perbulan Cair
Ia juga membantah, jika malam saat kejadian tidak ada petugas yang jaga. Karena, puskesmas tersebut menerapkan shift jaga.
“Petugas sudah di jadwal berdasarkan shift. Jadi tidak benar jika tidak ada petugas jaga, ” tandasnya.
Kapolsek Sanga Desa Iptu Joharmen membenarkan, jika korban sudah membuat laporan.
“Laporan sudah di tangan unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Polres Muba, ” ucapnya. (13)












