Gunung Slamet Larang Bayu Muncak, Oknum Pendaki Curi Carrier
Jateng, OKUSATU.id – Bayu pendaki gunung Slamet di larang muncak ke gunung itu seumur hidup.
Pemicunya, ia di duga mengambil carrier milik pendaki lain, saat pendaki tersebut summit ke puncak Slamet.
Bak ungkapan lama, menolong anjing kejepit, setelah di tolong malah menggigit.
ungkapan itu cocok di sematkan pada oknum pendaki Gunung Slamet yang satu ini.
Berdasarkan data pendakian di pos administrasi Gunung Slamet, Bayu merupakan warga Bandung, Jawa Barat.
Baca juga :
Mudik Gratis 2025 Tetap di Gas Pemprov Sumsel
NPCI OKU Utus Sepuluh Atlet, Ikuti Tallent Scouting Pertamakali di Indonesia
Mendaki gunung, belakangan menjadi tren para generasi muda. Selain karena keren, bisa muncak di top atap negeri, juga bonus pemandangan yang di suguhkan alam, sangat sulit di lukiskan.
Banyak persiapan yang wajib di lakukan sebelum meniti jalur pendakian. Mulai dari fisik yang harus di siapkan, hingga logistik yang di butuhkan selama pendakian.
Jika persiapan yang di lakukan, kendala akan di temukan. Contoh, hipotermia di gunung, salah satu pemicunya kurang aktifitas fisik sebelum mendaki.
Tubuh yang biasa santai, di genjot ekstra menapaki jalan bertebing, lengkap dengan beban carrier di punggung yang bobotnya bisa lebih 20 kg.
Nah, kalau persiapan logistik tidak matang, pendakian bisa gagal. Karena, di butuhkan energi untuk sampai puncak.
Kasus ini yang terjadi di jalur pendakian Gunung Slamet. Bayu, warga Bandung di duga kehabisan logistik, sehingga ia terjebak di pos 3 tanpa makanan.
Beruntung An bersama rombongannya, tiba di pos 3. Meski tidak saling kenal, karena beda tempat tinggal. Namun, kehidupan sosial para pendaki tidak di ragukan.
Bayu di ajak makan malam bersama dengan rombongan An.
“An tiba di pos 3 sebelum summit sekitar pukul 18.00 wib, ” ujar Supervisor Site Gunung Slamet Sugeng, melansir detikjateng.
Kehabisan Bekal Pendakian
Rombongan An ngecamp dengan mendirikan tenda di pos 3, An dan rekannya memasak logistik yang di bawa.
Saat itulah, An dan rombongannya mendapati Bayu kehabisan makanan. Lantas, jiwa kebersamaan muncul, dan mengajak Bayu bersantap bersama.
Malam itu, Bayu bersama An dan rombongannya bersantap malam. Kemudian tidur untuk menyiapkan energi sebelum summit ke puncak Slamet.
Carrier Di bawa Kabur
An dan rombongannya mulai muncak ke Gunung Slamet pada dini hari. Carrier serta perlengkapan lainnya, di tinggal di pos 3.
Hal ini biasa di lakukan pada pendaki, supaya muncak lebih ringan. Yang di bawa hanya tas kecil yang berisi air minum, makanan ringan, serta P3K sederhana.
Sementara carrier maupun tenda di tinggalkan di pos terdekat jalur summit. Sejauh ini, barang-barang tersebut aman dari aksi pencurian.
Namun untuk kali ini tidak. Bayu justru memanfaatkan suasana itu. Ketika An dan rombongan naik ke puncak, dia justru mengangkut carrier An.
Hal itu diketahui An saat turun dari pendakian puncak. Carrier yang ia tinggalkan lenyap bersama Bayu.
Kaget bukan kepalang. Apalagi carrier bermerk itu berharga Rp 1 juta keatas.
Cari Carrier yang Hilang
Dengan kecemasan serta kelelahan pasca muncak gunung Slamet, An dan rombongan mencari keberadaan carrier. Dia bertanya ke sesama pendaki di lokasi itu. Namun, tidak ada kejelasan.
Di saat pencariannya itu, An mendapat informasi dari salah satu pendaki, jika ia melihat seorang turun dengan menggendong carrier besar.
“Di tanya katanya bawa sampah, ” jelasnya.
Dari pendaki itu, An mendapat ciri-ciri orang yang membawa carriernya. Dia meyakini orang tersebut adalah Bayu. Orang yang telah di tolongnya, karena kehabisan bekal di pos 3.
Berbekal informasi itu, An mendatangi pos administrasi pendaftaran Gunung Slamet.
Di pos tersebut ia mencari identitas lengkap pendaki bernama Bayu. Beruntung, data yang di isi Bayu sangat lengkap.
Dari sanalah, alamat Bayu di ketahui tinggal di Bandung. An langsung meluncur ke alamat.
“Sampai di rumah pelaku, tasnya di temukan, ” sebutnya.
Di laporkan ke Pengelola Jalur Pendakian Gunung Slamet
Ulah Bayu membuat An kesal dan melaporkan peristiwa itu ke pengelola jalur pendakian Gunung Slamet.
Pihak pengelola jalur pendakian, lalu memberi sanksi bagi Bayu.
“Pelaku mengakui perbuatannya. Sanksinya, dia di blacklist seumur hidup. D larang muncak ke Gunung Slamet, ” tandasnya. (13)






