Kakek 65 Tahun Pasang Cincin Pipa Paralon dì Burungnya, Dua Hari Tak Bisa Pipis, Bengkak, Damkar Dibuat Kaget
OKU SATU – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ngawi di buat repot seorang kakek lucu berusia enam dekade.
Adalah Mbah Roso. Usianya 65 tahun, namun karena kelakukan kakek-kakek dì Kecamatan Jogorogo, Ngawi Jawa Timur ini, membuat petugas damkar sibuk sekaligus kaget.
Mbah Roso terpaksa memanggil petugas Damkar, karena sudah dua hari, ia tak bisa buang air kecil (BAK).
Pria setengah abad lebih itu, meminta bantuan petugas Damkar, agar proses BAK kembali lancar, bukan meminta pertolongan medis.
Baca juga : Agrinas Pangan Nusantara Mulai Proyek Perdana di Baturaja, Siap Guncang Dunia Pangan Nasional
Lantas apa yang menyebabkan Mbah Roso justru mengundang Damkar agar bisa BAK ?
Ternyata, akibat ulah tengilnya yang membuat Mbah Roso tidak bisa pipis selama dua.
Setiap akan pipis, Mbah Roso menahan rasa perih dan sakit pada bagian “burungnya”.
Hal ini di sebabkan, Mbah Roso memasang cincin berbahan pipa paralon pada “burungnya”.
Baca juga : MBG Sumsel Dihentikan di Kabupaten Ini
Antisipasi Ereksi
Pengakuan Mbah Roso kepada petugas Damkar, pemasangan cincin pipa paralon pada organ pipisnya, untuk mengantisipasi reaksi s*ks.
Ia tidak malu mengaku sering berhalusinasi dan berfantasi s*ks, meski usianya tidak lagi muda.
Namun sayangnya, ulahnya tersebut justru menyiksa dirinya. Halusinasi dan fantasi normalnya terakomodir, namun berdampak buruk siklus BAK.
“Sudah dua hari dì pasang, sejak itu tidak bisa pipis, ” ujar Mbah Roso menjelaskan kepada petugas.
Baca juga : Tiang Listrik Diserempet Truk Batubara, Satu Kecamatan Padam Total!
Usai Tabrak Tiang Listrik, Truk Batubara Kabur, Dua Jam Bripka Arie Buru Pelaku
Cincin Pipa Lepas dalam Satu Jam
Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Pemadam Kebakaran Purwanto mengatakan, Mbah Roso menghubungi pihak damkar, karena meyakini Damkar mampu menyelesaikan masalahnya.
“Si Mbah sering melihat petugas Damkar menangani keluhan masyarakat, ” terangnya.
Dengan di bantu pihak medis RS Widodo, pipa yang tersangkut berhasil dì lepas dengan lancar.
Menurut Purwanto, banyak upaya yang bisa dì lakukan untuk mengcounter hasrat, bisa dengan istigfar atau berdoa memohon pertolongan yang maha kuasa.
Usai cincin penyiksa terlepas, Mbah Roso berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang menyiksa dirinya. (13)






