OKUSATU.id — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Ogan Komering Ulu (OKU) terus mendorong literasi media di kalangan pelajar.
Melalui program Jurnalis Masuk Sekolah, madrasah ini menggelar Pelatihan Jurnalistik pada Kamis, 2 Oktober 2025, di aula madrasah.
Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler jurnalistik MAN 1 OKU.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan menghadirkan narasumber dari surat kabar OKU Satu, yang berbagi pengalaman dan keterampilan praktis di dunia media.
Wakil Kepala MAN 1 OKU: Literasi Media Kunci Generasi Cerdas
Wakil Kepala Bidang Humas MAN 1 OKU, Misdalena, membuka acara dengan menekankan pentingnya literasi media bagi generasi muda.
“Pelajar harus cerdas dalam mengelola informasi dan memahami cara kerja media. Dengan begitu, mereka bisa menjadi jurnalis yang berintegritas dan kreatif,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Ben Ari Sona, selaku pembina ekstrakurikuler jurnalistik, turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Ia berharap, pelatihan ini menjadi ajang pembelajaran nyata bagi siswa yang ingin mendalami dunia jurnalistik.
Belajar Langsung dari Praktisi Media
Tiga narasumber dari OKU Satu memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing.
- Wendra membawakan materi teknik menulis berita dengan fokus pada struktur 5W+1H dan gaya bahasa jurnalistik yang tajam.
- Imam mengajarkan fotografi jurnalistik, lengkap dengan praktik lapangan pengambilan gambar yang menarik dan bercerita.
- Latif memberikan pelatihan desain tata letak (layout) media agar berita terlihat rapi dan mudah dibaca.
Siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik langsung mulai dari pengumpulan data, penulisan naskah, pengambilan foto, hingga penyusunan layout yang siap terbit.
Bangun Kompetensi dan Bakat di Dunia Pers
Pelatihan ini menjadi langkah nyata MAN 1 OKU dalam mencetak generasi muda yang melek media dan kreatif dalam mengelola informasi.
Selain meningkatkan kompetensi siswa, kegiatan ini juga membuka ruang bagi mereka yang memiliki minat di dunia jurnalistik.
“Harapan kami, dari pelatihan ini akan lahir jurnalis pelajar yang mampu berkontribusi positif di lingkungan sekolah dan masyarakat,” tambah Misdalena.
Dengan semangat baru, peserta pelatihan berkomitmen melanjutkan praktik jurnalistik di media internal madrasah sebagai wadah aktualisasi diri. ***












